Dobel Masalah MBG di Touna: Gaji Relawan Diduga Dipotong, Sisa Makanan Jadi Sorotan

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMPANA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) kini tengah disorot tajam karena didera dua masalah sekaligus.

Isu dugaan pemotongan gaji relawan di Satuan Pelayanan Peningkatan Gizi (SPPG) Ratolindo 1 dan potensi penumpukan sampah makanan (food waste) mencuat setelah tiga awak media mendatangi kediaman Wakil Bupati Touna, Surya, S.Sos, M.Si, selaku Ketua Satgas MBG Touna pada Kamis (4/6/2026).

Sejumlah relawan di SPPG Ratolindo 1 mengaku bahwa hak bulanan mereka diduga dipotong oleh oknum Satuan Pelayanan Porsi Indonesia (SPPI) berinisial A.L. Pemotongan anggaran tersebut dinilai sepihak dan tidak memiliki dasar aturan yang jelas dalam petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami sangat kecewa karena potongan ini dilakukan tanpa kejelasan dasar hukumnya. Aturan di juknis BGN sama sekali tidak mengatur adanya pemotongan hak untuk relawan lapangan,” ujar salah satu relawan SPPG Ratolindo 1 yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Di sisi lain, masalah manajemen sisa makanan juga menjadi sorotan serius.

Berdasarkan kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), potensi food waste program MBG secara nasional diperkirakan menembus angka 3.000 hingga 3.800 ton per hari, atau setara dengan 4% sampai 5% dari total porsi yang dibagikan.

Untuk skala lokal Kabupaten Tojo Una-Una, sejauh ini belum ada data resmi mengenai volume makanan yang terbuang saban hari dari 11 SPPG yang kini telah beroperasi.

Ketua Satgas MBG Touna sekaligus Wakil Bupati Touna, Surya, menegaskan bahwa pihak pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti laporan tersebut agar program nasional ini tidak tercoreng oleh tata kelola yang buruk.

“Kami akan segera memanggil pihak-pihak terkait untuk meminta klarifikasi atas dua masalah ini. Pengawasan harus diperketat, baik dalam hal transparansi hak para relawan maupun tata kelola distribusi makanan agar tidak ada yang terbuang sia-sia,” tegas Surya saat ditemui di kediamannya.

Hingga berita ini diturunkan, Koordinator BGN Touna belum memberikan tanggapan resmi saat dikonfirmasi mengenai dugaan pemotongan gaji dan evaluasi sistem food waste tersebut.

Akibat buntunya komunikasi ini, sejumlah pihak dan elemen masyarakat mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh di seluruh SPPG Touna, mulai dari aliran dana penyaluran gaji relawan hingga manajemen pengelolaan sisa makanan.

Pewarta: Ahmad Tuliabu

Redaksi : Feri Windria

 

 

Berita Terkait

CFN Dumai Kembali Digelar di TBG, 102 Tenant Permanen Disiapkan untuk Pelaku Usaha
Pemko Dumai Bahas Pengembangan LPJU melalui Skema KPDBU, Target Hampir 20 Ribu Titik
Matangkan Kolaborasi Strategis di Surabaya, PT Pelabuhan Dumai Berseri Siap Naik Kelas
GMPB Pasang Badan untuk Agrinas: Mafia Tanah Riau Diminta Dibongkar sampai Aliran Dana
30 Kader IPK Dumai Digembleng Wawasan Kebangsaan, Dorong Pemuda Jadi Pionir Pembangunan
Dinas PU Dumai Gencarkan Pembersihan Drainase, Tekan Risiko Banjir
Jembatan Sungai Masjid Lama Mulai Diperbaiki, Akses Menuju Kawasan Industri Lubuk Gaung Kembali Dibenahi
Polsek Dumai Barat Tangkap Dua Tersangka Pencurian Pupuk

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:09 WIB

CFN Dumai Kembali Digelar di TBG, 102 Tenant Permanen Disiapkan untuk Pelaku Usaha

Sabtu, 19 September 2026 - 11:40 WIB

Pemko Dumai Bahas Pengembangan LPJU melalui Skema KPDBU, Target Hampir 20 Ribu Titik

Sabtu, 19 September 2026 - 10:39 WIB

Matangkan Kolaborasi Strategis di Surabaya, PT Pelabuhan Dumai Berseri Siap Naik Kelas

Sabtu, 19 September 2026 - 10:03 WIB

GMPB Pasang Badan untuk Agrinas: Mafia Tanah Riau Diminta Dibongkar sampai Aliran Dana

Sabtu, 19 September 2026 - 09:44 WIB

30 Kader IPK Dumai Digembleng Wawasan Kebangsaan, Dorong Pemuda Jadi Pionir Pembangunan

Berita Terbaru