DUMAI – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan jajaran Kodim 0320/Dumai bersama unsur TNI-Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi bagian dari langkah cepat untuk mencegah meluasnya titik api sekaligus meminimalkan dampak Karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dalam penanganan Karhutla, personel gabungan terus meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan pemantauan terhadap wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum api meluas dan sulit dikendalikan.
Kodim 0320/Dumai juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla.
Kolaborasi antara TNI, Polri, BPBD, MPA, dan masyarakat dinilai penting karena penanganan Karhutla tidak hanya membutuhkan kemampuan pemadaman, tetapi juga pencegahan dan pengawasan secara berkelanjutan.
Keterlibatan MPA dan masyarakat di tingkat wilayah menjadi salah satu unsur penting dalam memberikan informasi awal apabila ditemukan indikasi munculnya titik api.
Dengan koordinasi yang cepat, potensi kebakaran diharapkan dapat segera dilokalisasi sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Selain penanganan ketika kebakaran terjadi, upaya pencegahan terus menjadi perhatian. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pembakaran lahan secara sembarangan.
Jajaran Kodim 0320/Dumai bersama unsur terkait juga terus mengingatkan pentingnya kepedulian bersama terhadap kondisi lingkungan.
Penanggulangan Karhutla pada akhirnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun aparat, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Melalui sinergi dan kesiapsiagaan yang terus diperkuat, upaya pencegahan serta penanganan Karhutla di wilayah Dumai diharapkan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi.







