Mau Jadi WNA? Singapura Siap Kasih 30.000 Kewarganegaraan Baru

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Singapura (AP/Yong Teck Lim)

JAKARTA – Pemerintah Singapura akan menerima hingga 30.000 warga negara baru setiap tahun dalam lima tahun ke depan. Kebijakan ini disesuaikan dengan tren demografi, termasuk angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR).

Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong menyampaikan, tahun lalu pemerintah memberikan sekitar 25.000 kewarganegaraan.

Dalam lima tahun mendatang, jumlah itu diproyeksikan berada di kisaran 25.000 hingga 30.000 orang per tahun.

“Kami akan menyesuaikan berdasarkan tren demografi, termasuk TFR,” ujarnya dalam debat anggaran Kantor Perdana Menteri, dikutip laman Strait Times, Jumat (27/2/2026).

Tak hanya kewarganegaraan, Singapura juga akan menyesuaikan jumlah penerima permanent resident (PR) atau penduduk tetap. Status PR menjadi jalur utama menuju kewarganegaraan di negara tersebut.

Gan mencatat, populasi PR Singapura saat ini relatif stabil di kisaran 540.000 orang dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah memperkirakan akan menerima sekitar 40.000 PR per tahun dalam lima tahun ke depan, sedikit lebih tinggi dibandingkan 35.000 PR yang diberikan tahun lalu.

Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan tren TFR, faktor demografi lain, serta jumlah dan kualitas pelamar.

Selain faktor kependudukan, pemerintah juga memperhitungkan kesiapan infrastruktur dan kapasitas sosial masyarakat dalam menerima pendatang baru.

Gan mengungkapkan pertumbuhan populasi warga negara Singapura terus melambat. Dalam beberapa tahun terakhir, laju pertumbuhan turun dari 0,9% menjadi 0,8%, lalu 0,7% pada tahun lalu.

Ke depan, ia bilang, pertumbuhan populasi warga diperkirakan bisa melambat lagi hingga sekitar 0,5% per tahun. Namun, angka tersebut tetap bergantung pada kemampuan menjaga tingkat kelahiran.

“Bahkan dengan pertumbuhan sekitar setengah persen, itu tetap menantang karena bergantung pada TFR,” kata Gan.

sumber : CNBC Indonesia
Editor : Feri Windria

Berita Terkait

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi
BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar
Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan
Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan
Agenda 15 oktober dipertanyakan, warga desa mire kecewa tak temui anggota DPRD
Kendalikan Banjir, Pemko Dumai Kerjakan Drainase di Jalan Budi Kemuliaan
Dishub Dumai Relokasi Tiga Tiang Rambu Jalan, Dukung Kelancaran Pelebaran Parit
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:48 WIB

BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:31 WIB

Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:22 WIB

Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan

Berita Terbaru