Pemko Pekanbaru Tata Kembali Pedagang di Kawasan CFD, Maksimalkan PAD

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, kembali melakukan penataan terhadap pedagang di kawasan Car Free Day (CFD). Penataan dilakukan sebagai upaya memaksimalkan kontribusi dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang mengatakan selama ini CFD belum dikelola secara struktural, meskipun kegiatan tersebut berada di bawah naungan Disperindag dan memiliki potensi besar sebagai sumber PAD.

“Selama ini Car Free Day tidak ada yang mengelola secara struktural, padahal CFD itu merupakan sumber PAD dan berada di bawah Disperindag. Karena tidak terkelola dengan baik, PAD dari CFD juga tidak maksimal,” kata Iwan, Selasa (10/2/2026).

Melihat kondisi tersebut, Disperindag kemudian mengambil kebijakan untuk menyerahkan pengelolaan CFD kepada badan usaha. Saat ini, pengelolaan CFD dipercayakan kepada Koperasi Kodim.

“Kenapa Koperasi Kodim yang ditunjuk, karena koperasi ini juga sudah mengelola kawasan kuliner malam Cut Nyak Dien. Jadi dari sisi pengalaman dan pengelolaan, mereka sudah cukup siap,” terang Iwan.

Iwan menegaskan, meskipun pengelolaan CFD dilakukan oleh Koperasi Kodim, retribusi yang dipungut dari para pedagang tetap akan masuk ke kas daerah sebagai PAD Kota Pekanbaru.

“Walaupun dikelola oleh Koperasi Kodim, retribusi dari pedagang tetap disetor ke kas daerah. Jadi tidak mengurangi hak pemerintah daerah, justru diharapkan bisa lebih tertib dan maksimal,” tegasnya.

Saat ini, Disperindag juga meminta pihak Koperasi Kodim untuk terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada para pedagang yang berjualan di area CFD. Sosialisasi tersebut meliputi mekanisme pengelolaan, besaran iuran, hingga penataan lapak pedagang.

“Kami minta badan usaha yang mengelola untuk melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang, termasuk soal besaran iuran dan sistem pengelolaannya, agar tidak ada kesalahpahaman,” katanya.

Menurut Iwan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sebagian besar pedagang justru menyambut baik kehadiran Koperasi Kodim sebagai pengelola CFD. Pedagang merasa aktivitas jual beli menjadi lebih aman dan nyaman. (Kominfo8/RD2)

Berita Terkait

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD
Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya
Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker
Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi
BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar
Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan
Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi

Berita Terbaru