Walhi: Tren Batu Akik Picu Kerusakan Lingkungan Hidup

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tribunriau-
Batu akik yang kini menjadi ladang mata pencaharian baru bagi sebagian orang. Kilauan batu akik diyakini para pengrajin dan pengolah batu mampu mendulang rupiah. Namun kilauan batu akik itu tak selalu berbanding lurus dengan fakta yang terjadi di daerah-daerah penambangan.

Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur, mengatakan penambangan batu giok atau akik ini menambah daftar tantangan yang dihadapi sumberdaya alam Aceh atas pengerusakan lingkungan hidup. Bahkan bencana ekologi, seperti  banjir dan longsor merupakan kejadian yang terus mengulang hingga awal tahun 2015.

“Belum cukup semua pihak belajar dari fakta-fakta yang sudah menimpa kerugian Aceh dari sektor pengerusakan sumberdaya alam oleh berbagai bisnis sektor sumberdaya yang merusak tanpa terkendali,” kata Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur, Selasa, (20/1/2015).

Di Aceh, dan beberapa daerah lainnya, tren batu akik dinilai menjadi salah satu sumber pendapatan baru warga. Tapi sayangnya, para warga lupa menghitung untung-rugi atau dampak lingkungan yang ditimbulkan pasca pengambilan bongkahan batu-batu sebagai bahan baku untuk diolah menjadi perhiasan.

“Semua pihak harusnya paham bahwa bumi ini, tanah ini butuh penjaga keseimbangan sebagai penyangga,” ujar M Nur.

Meski karakteristik  penambangan batu akik ini masih menggunakan cara-cara tradisional, tapi menurut UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, harusnya tidak bisa diabaikan begitu saja sebagai payung hukum yang memberikan perlindungan bagi keseimbangan ekosistem.

Nur menambahkan, jika dianggap terjadi kekosongan hukum dalam hal pertambangan jenis giok atau batu akik ini sudah tentu akan membuat Aceh sering kecolongan dari sektor pencegahan yang masif terhadap penambangan batu giok yang ada di Aceh.

“Demi menjaga kekayaan sumberdaya alam Aceh idealnya semua pihak harus mengambil peran memberikan perlindungan dengan cara tidak ikut andil merusak lingkungan yang semakin mengkhawatirkan,” ucapnya. (net/isk)

Berita Terkait

Diduga Tak Miliki IPAL Layak, Dapur MBG Tombo 2 Didesak Tutup Sementara
Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Masyarakat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sukarjo Mesim
PT. Ivo Mas Tunggal Gelar Gotong Royong Bersama Masyarakat dan Mitra Kerja
Apical Perkuat Infrastruktur Lingkungan melalui Normalisasi Saluran Parit di Lubuk Gaung
Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Masyarakat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sukarjo Mesim
Warga Soroti Banyak Makanan Terbuang di Dapur MBG Rantolindo
Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Masyarakat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Pangkalan Nyirih
Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Masyarakat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Pancur Jaya

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:22 WIB

Diduga Tak Miliki IPAL Layak, Dapur MBG Tombo 2 Didesak Tutup Sementara

Jumat, 29 Mei 2026 - 04:50 WIB

Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Masyarakat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sukarjo Mesim

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:37 WIB

PT. Ivo Mas Tunggal Gelar Gotong Royong Bersama Masyarakat dan Mitra Kerja

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:44 WIB

Apical Perkuat Infrastruktur Lingkungan melalui Normalisasi Saluran Parit di Lubuk Gaung

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:44 WIB

Babinsa Koramil 04/Rupat Bersama Masyarakat Laksanakan Patroli Karhutla di Desa Sukarjo Mesim

Berita Terbaru