Warga Malaysia Kibarkan Bendera Merah Putih, Minta Gabung ke RI

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Koalse foto bendera Indonesia dan bendera Malaysia. (AP Photo)

JAKARTA – Jauh sebelum Malaysia berdiri sebagai negara merdeka, sempat muncul gagasan besar untuk menyatukan wilayah Nusantara dan Malaya dalam satu negara bernama Indonesia Raya. Wacana tersebut mencuat pada masa-masa akhir pendudukan Jepang di Asia Tenggara dan melibatkan sejumlah tokoh nasionalis dari kedua wilayah.

Dalam proses menuju kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945, sejumlah tokoh pergerakan Melayu bahkan disebut mendukung gagasan penyatuan tersebut. Dukungan itu ditunjukkan lewat pengibaran bendera Merah Putih serta pernyataan kesediaan bergabung dengan Indonesia merdeka.

Gagasan Indonesia Raya mencakup wilayah Indonesia, Malaya, Singapura, Brunei, hingga Kalimantan Utara. Ide ini berkembang di tengah semangat anti-kolonialisme dan keinginan membentuk satu tanah air bagi rumpun Melayu di kawasan Asia Tenggara.

Momentum penting itu terjadi ketika Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat bertemu dengan tokoh nasionalis Melayu di Perak, Malaya. Pertemuan tersebut kemudian menjadi salah satu episode penting dalam sejarah hubungan Indonesia dan Malaysia.

Kisah ini bermula pada 12 Agustus 1945, ketika tiga tokoh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, yakni Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat, dipanggil ke Dalat, Vietnam. Mereka bertemu dengan Hisaichi Terauchi, pemimpin militer Jepang di Asia Tenggara, yang menjanjikan kemerdekaan Indonesia pada 24 Agustus 1945.

Dalam perjalanan pulang, rombongan Soekarno sempat singgah di Singapura sebelum melanjutkan perjalanan ke Taiping, Perak. Di sana, mereka bertemu dengan tokoh nasionalis Melayu, Ibrahim Yaacob dan Burhanuddin Al-Helmy.

Keduanya merupakan pemimpin organisasi pergerakan Kesatuan Melayu Muda (KMM) dan Kesatuan Rakyat Indonesia Semenanjung (KRIS), yang sama-sama memperjuangkan kemerdekaan Malaya dari kekuasaan Inggris. Pertemuan ini menjadi salah satu momen penting dalam wacana penyatuan Indonesia dan Malaya di masa menjelang kemerdekaan.

Pertemuan tersebut melahirkan gagasan Negara Indonesia Raya, yang mencakup Indonesia, Malaya, Singapura, Brunei, dan Kalimantan Utara. Menurut peneliti Graham Brown dalam risetnya tahun 2005, ide ini lahir dari kolaborasi tokoh lokal dengan Jepang.

Dalam kesempatan itu, Soekarno mengatakan: “Mari kita ciptakan satu tanah air bagi mereka yang berdarah Indonesia.”

Ibrahim Yaacob pun menjawab: “Kami orang Melayu akan setia menciptakan tanah air dengan menyatukan Malaya dengan Indonesia yang merdeka.”

Namun, rencana penyatuan itu tidak mendapat persetujuan penuh. Sejarawan Boon Kheng Cheah menulis dalam Red Star Over Malaya (1983), ada kemungkinan Mohammad Hatta dan tokoh lain menolak ide persatuan tersebut.

Tak lama berselang, Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945. Situasi itu mendorong golongan muda di Jakarta mendesak proklamasi kemerdekaan segera dilakukan. Setelah drama Rengasdengklok, Indonesia akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945, lebih cepat dari rencana Jepang.

Sejak saat itu, gagasan Indonesia Raya pun kandas. Ibrahim Yaacob harus mengubah arah perjuangannya, sementara Malaysia baru meraih kemerdekaan 12 tahun kemudian, tepatnya pada 31 Agustus 1957.

(CNBC Indonesia)

Berita Terkait

SAH…!!! AKJ Resmi Nakhodai KONI Dumai, Terpilih Aklamasi Didukung 33 Cabor
Kinerja Kepala Desa Longge Disorot, Hasil Pengukuran Ulang Titik Koordinat Sertifikat Disebut Sesuai Data Sertifikat
BKI Jatim Tancap Gas! Dua Hari Digembleng, Manajemen Organisasi hingga Teknik Indo Kempo Diperkuat
Kadis Pendidikan Dumai Disorot: Latar Kehutanan Pimpin Dunia Pendidikan, Publik Tagih Evaluasi Wali Kota Dumai
110 Stan Serbu Bukit Gelanggang, Festival Semarak Merdeka Resmi Dibuka
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Cek Manunggal Air di Dumai: Pastikan Air Mengalir, Bukan Sekadar Bangunan
Peduli Petugas Karhutla, Puskesmas Sungai Sembilan Salurkan Masker dan Multivitamin
Dumai Kembali Bersinar! Pemko Sabet Anugerah Tribun Pekanbaru Awards 2026 untuk Keunggulan Industri dan Investasi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:27 WIB

SAH…!!! AKJ Resmi Nakhodai KONI Dumai, Terpilih Aklamasi Didukung 33 Cabor

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:52 WIB

Kinerja Kepala Desa Longge Disorot, Hasil Pengukuran Ulang Titik Koordinat Sertifikat Disebut Sesuai Data Sertifikat

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:46 WIB

BKI Jatim Tancap Gas! Dua Hari Digembleng, Manajemen Organisasi hingga Teknik Indo Kempo Diperkuat

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:42 WIB

Kadis Pendidikan Dumai Disorot: Latar Kehutanan Pimpin Dunia Pendidikan, Publik Tagih Evaluasi Wali Kota Dumai

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:48 WIB

110 Stan Serbu Bukit Gelanggang, Festival Semarak Merdeka Resmi Dibuka

Berita Terbaru