BENGKALIS – Dalam pekan ini petugas Polsek Rupat Utara bersama tim gabungan berjibaku menjinakkan api yang membakar kawasan hutan dan lahan milik masyarakat di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara.
Kapolsek Rupat Utara AKP Tony Armando.SE, bersama tim gabungan masih terlihat terus memadamkan dan mendinginkan api pasca Karhutla di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Senin (06/04/2026).
Pemadaman dan pendinginan berlangsung di Jalan Parit Merbau dan Petak 13, Jalan Penuntun, RT 02/RW 09, Dusun Hutan Samak Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, masih terus dilakukan dengan Luas Lahan yang Terbakar diperkirakan ± 25 (Dua Puluh Lima) Ha.
“Sampai saat ini kita fokus pemadaman dan pendinginan Karhutla di lokasi Jalan Parit Merbau dan Petak 13, Jalan Penuntun, RT 02/RW 09, Dusun Hutan Samak Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Kondisinya sudah mulai mereda dan kami tinggal melakukan pendinginan saja agar api tidak timbul kembali,” ujar Kapolsek Rupat Utara AKP Tony Armando, SE.
Adapun personil yang ikut berjibaku dalam pemadaman dan pendinginan bersama Polsek Rupat Utara di antaranya, TNI AD, Personil, BPBD Kecamatan Rupat Utara, Sat Pol PP, PT. SRL, Manggala Agni Dumai, MPA Desa Titi Akar, Masyarakat, dan 1 unit Excavator dari PT SRL.
Luas lahan yang terbakar mencapai lebih kurang 25 hektare, dengan kondisi lahan semak belukar, kebun sawit. Sedangkan jenis tanah gambut dan petugas juga kesulitan melakukan pemadaman karena angin sedang berubah arah dan cuaca panas.
“Untuk penyelidikannya kami masih mencari pemilik lahan yang masih dalam penyelidikkan kami. Sedangkan penyebab Karlahut juga masih dalam penyelidikan,” jelasnya.
“Sedangkan kondisi terakhir sampai saat ini lokasi karhutla sudah berhasil dipadamkan, namun lahan terbakar masih mengeluarkan asap dan di lokasi cuaca sudah lama tidak turun hujan dan cuaca sangat panas ditambah angin bertiup sangat kencang yang sering berubah arah, sehingga menyulitkan pemadaman dan pendinginan serta membahayakan keselamatan tim pemadaman,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, untuk kondisi air di lokasi Karhutla sangat minim dan sulit, dikarenakan terbatasnya sumber air yang ada di kanal dan embung menjadi sumber air untuk pemadaman dan pendinginan,dan Telah dikerahkan juga Helikopter Water Bombing milik BNPB Provinsi Riau untuk memadamkan titik api di Dusun Hutan Samak Desa Titi akar Kecamatan. Rupat Utara.
“Kami tetap melakukan koordinasi dan kerja sama dengan seluruh pihak terkait untuk melakukan mitigasi pemadaman dan pendinginan.
Upaya pemantauan lokasi akan terus dilakukan guna mencegah terjadinya kebakaran lanjutan dan meluas ke lokasi lain yang berada dalam satu hamparan atau di lokasi lain yg rawan Karhutla.
Selama proses terjadinya pemadaman dan pendinginan berlangsung aman dan terkendali. ( Marhisam)






