Dilarang Jumpa Klien, Kuasa Hukum Geram, Kami Laporkan ke Propam Poldasu

- Penulis

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADANG LAWAS – Ketegangan terjadi di ruang tahanan Mapolres Padang Lawas saat tim kuasa hukum berupaya menemui tiga tersangka kasus dugaan pencurian buah sawit milik PT Barapala, Senin (20/4/2026).

Kedatangan kuasa hukum berujung protes setelah mereka mengaku dihalangi petugas saat hendak bertemu klien.

Kuasa hukum Pangondian Nasution, SH dan Devi Heriani Siregar, SH datang untuk menemui klien mereka, Apriman Gea, Idris Siregar, dan Ariel Syahputra Siregar.

Pertemuan tersebut, menurut mereka, merupakan bagian dari persiapan pembelaan hukum di tengah proses praperadilan yang sedang bergulir di Pengadilan Negeri Sibuhuan.

Pangondian menyebut, pihaknya telah menunjukkan identitas serta surat kuasa resmi. Namun, mereka tetap diminta mengajukan surat permohonan khusus kepada Polres Padang Lawas sebelum bisa bertemu klien.

“Kami datang sebagai kuasa hukum untuk kepentingan pembelaan, tetapi dihalangi dengan berbagai alasan. Diminta lagi surat permohonan ke Polres. Sejak kapan ada aturan seperti itu?” tegasnya.

Pangondian menilai tindakan tersebut melanggar hak hukum tersangka dan kuasa hukum sebagaimana diatur dalam perundang-undangan. Menurutnya, akses penasihat hukum terhadap klien tidak boleh dibatasi, terlebih dalam situasi perkara yang sedang diuji melalui praperadilan.

Penolakan itu memicu aksi protes di depan ruang tahanan. Tim kuasa hukum mempertanyakan prosedur yang diterapkan oleh penyidik, khususnya Kanit Pidum Polres Padang Lawas, yang dianggap menghambat hak pembelaan klien.

Sementara itu, perkara dugaan pencurian sawit PT Barapala sendiri tengah memasuki proses praperadilan di PN Sibuhuan. Gugatan diajukan untuk menguji keabsahan penetapan tersangka oleh penyidik, yang dinilai menyimpan sejumlah kejanggalan.

Direktur Kantor Hukum Bintang Keadilan, Mardan Hanafi Hasibuan, SH, MH, menyayangkan tindakan petugas yang disebut menghalangi timnya.

Ia mengatakan akan melaporkan insiden tersebut ke Propam Polda Sumatera Utara (Poldasu) “Ini bukan sekadar prosedur, ini menyangkut hak konstitusional tersangka. Kami akan laporkan untuk ditindak tegas,” ujarnya.

(ASWIN)

Berita Terkait

Arogan Dan Sering Minta Imbalan, Warga Desa Pagaran Dolok Sosa Jae Keluhkan Sikap Kepala Desanya
Outing Class ke Dishub Dumai, Siswa SDIT Ath-Thaaqib Muhammadiyah Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
Realisasi Pajak Dumai Tembus Rp755 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp870 Miliar Tercapai
Iyeth Bustami Kukuhkan DPC PKB Dumai 2026–2031, Tujuh DPAC Resmi Dilantik
Anak 14 Tahun Terlibat Kecelakaan di Ratolindo, Korban Luka dan Motor Rusak Berat, Orang Tua Korban Siap Tempuh Jalur Hukum
Perkuat Infrastruktur Dumai, Wali Kota Paisal Sambangi Tiga Instansi Strategis di Pekanbaru
Audiensi Organda dan Dishub Dumai, Sinergi Transportasi Darat
Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar, Satlantas Polres Dumai Turun ke SMPN 3 Lewat Police Goes to School
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:40 WIB

Arogan Dan Sering Minta Imbalan, Warga Desa Pagaran Dolok Sosa Jae Keluhkan Sikap Kepala Desanya

Selasa, 3 November 2026 - 09:26 WIB

Outing Class ke Dishub Dumai, Siswa SDIT Ath-Thaaqib Muhammadiyah Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

Selasa, 3 November 2026 - 06:44 WIB

Realisasi Pajak Dumai Tembus Rp755 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp870 Miliar Tercapai

Selasa, 3 November 2026 - 04:44 WIB

Iyeth Bustami Kukuhkan DPC PKB Dumai 2026–2031, Tujuh DPAC Resmi Dilantik

Selasa, 3 November 2026 - 03:43 WIB

Anak 14 Tahun Terlibat Kecelakaan di Ratolindo, Korban Luka dan Motor Rusak Berat, Orang Tua Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru