Sejumlah Dapur MBG di Touna Diduga Belum Penuhi Standar IPAL dan Sanitasi, Kok Masih Beroperasi?

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOJO UNA-UNA – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) diduga belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan persyaratan higiene sanitasi sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Ironisnya, dapur-dapur tersebut disebut masih menjalankan aktivitas pelayanan dan menyalurkan makanan kepada para penerima manfaat program MBG.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai mekanisme verifikasi, pengawasan, serta kelayakan dapur SPPG sebelum diberikan kewenangan untuk beroperasi.

Narasumber: Jangan Hanya Periksa Dokumen

Salah seorang narasumber yang mengetahui persoalan tersebut meminta agar pemeriksaan terhadap dapur MBG di Touna dilakukan secara terbuka dan menyeluruh.

Menurutnya, pemerintah dan pihak terkait tidak cukup hanya melihat kelengkapan administrasi, tetapi harus memastikan kondisi fisik dapur benar-benar memenuhi standar.

“Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah apakah semua persyaratan itu benar-benar sudah diperiksa di lapangan. Jangan hanya melihat dokumen, tetapi kondisi IPAL, saluran limbah, sumber air, tempat memasak dan kebersihan dapurnya juga harus dilihat secara langsung,” ujar narasumber tersebut.»

Ia menegaskan, persoalan ini bukan untuk menghambat pelaksanaan program MBG. Sebaliknya, masyarakat ingin memastikan program tersebut berjalan dengan standar keamanan pangan yang benar.

“Kami mendukung program MBG karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Tetapi karena makanan ini dikonsumsi masyarakat, maka standar kebersihan dan keamanan pangan harus benar-benar dijaga,” katanya.»

Pertanyakan Status SLHS dan IPAL

Narasumber lainnya meminta pihak terkait menjelaskan status Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan kelengkapan IPAL pada setiap SPPG yang telah beroperasi di Kabupaten Tojo Una-Una.

Menurutnya, informasi tersebut penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui bahwa sebuah dapur MBG telah beroperasi, tetapi juga mengetahui apakah fasilitas tersebut telah memenuhi standar yang dipersyaratkan.

“Kalau memang sudah memenuhi standar, silakan pemerintah sampaikan kepada masyarakat. SPPG mana yang sudah memiliki SLHS, bagaimana kondisi IPAL-nya dan siapa yang melakukan pemeriksaan. Kalau belum lengkap, masyarakat juga perlu tahu apa yang sedang diperbaiki,” ujarnya.»

Ia menilai transparansi diperlukan untuk mencegah munculnya dugaan bahwa terdapat perbedaan perlakuan dalam proses verifikasi dan pengawasan.

“Jangan sampai masyarakat baru mengetahui ada masalah setelah terjadi sesuatu. Pengawasan harus dilakukan sejak awal dan secara berkala,” tegasnya.»

BGN dan Pemda Diminta Turun Langsung

Masyarakat juga berharap Badan Gizi Nasional (BGN), Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una melalui instansi teknis terkait, serta pihak yang memiliki kewenangan dalam pemeriksaan higiene sanitasi turun langsung ke lapangan.

Pemeriksaan tersebut diharapkan mencakup kondisi IPAL, saluran pembuangan limbah, sumber air, kebersihan ruang produksi, tempat penyimpanan bahan makanan, peralatan memasak, tempat pencucian, hingga lingkungan sekitar dapur.

Narasumber menilai pemeriksaan langsung penting untuk memastikan kondisi di lapangan benar-benar sesuai dengan dokumen yang dimiliki masing-masing SPPG.

“Kami tidak ingin menuduh siapa-siapa. Kami hanya meminta kepastian. Kalau semua sudah sesuai standar, tentu masyarakat akan merasa tenang. Tetapi kalau ada yang belum memenuhi persyaratan, sebaiknya segera diperbaiki,” katanya.

Jangan Tunggu Ada Masalah Baru Bertindak

Program MBG merupakan program yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Karena itu, standar keamanan pangan seharusnya menjadi salah satu aspek yang tidak boleh dikompromikan.

Makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat harus dipastikan berasal dari fasilitas yang memenuhi ketentuan higiene dan sanitasi.

Ahmad Tuliabu

Berita Terkait

Persiapan Hari Ulang Tahun HUT ke-81, Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Said Effendi Pimpin apel Gabungan
Menyeberang Laut Menuju Pulau Rangsang, Ekspedisi Merah Putih Presisi Hadir di Teras NKRI
Dishub Dumai Perbaiki Box Aspek Traffic Light Miring di Simpang Bank Riau Kepri
Dari “Polisi ke Mana?” Menjadi “Kapan Datang Lagi?”: Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Sambang Penipahan
HUT Ke-69 Provinsi Riau, Kota Dumai Raih Penghargaan Pembangunan Daerah Terbaik I
Warga Motoduto Bantah Keluhan Debu Tambang Galian C, Sebut Perusahaan Justru Banyak Beri Manfaat
Balapan Liar di Jalan Sudirman Dumai Dikeluhkan, Warga Minta Pengamanan Malam Minggu Diperketat
Momentum Hari Jadi Riau Jadi Penguat Sinergi Menuju Masyarakat Sehat dan Sejahtera
Tag :

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Persiapan Hari Ulang Tahun HUT ke-81, Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai, Said Effendi Pimpin apel Gabungan

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:33 WIB

Menyeberang Laut Menuju Pulau Rangsang, Ekspedisi Merah Putih Presisi Hadir di Teras NKRI

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Dishub Dumai Perbaiki Box Aspek Traffic Light Miring di Simpang Bank Riau Kepri

Senin, 10 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Sejumlah Dapur MBG di Touna Diduga Belum Penuhi Standar IPAL dan Sanitasi, Kok Masih Beroperasi?

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Dari “Polisi ke Mana?” Menjadi “Kapan Datang Lagi?”: Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Sambang Penipahan

Berita Terbaru