Dari “Polisi ke Mana?” Menjadi “Kapan Datang Lagi?”: Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Sambang Penipahan

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ROKAN HILIR – Empat bulan lalu, Panipahan sempat gaduh setelah aparat menggerebek lokasi yang diduga menjadi sarang peredaran narkoba. Di tengah keresahan itu, muncul pertanyaan dari warga: “Polisi ke mana saja?”

Namun, suasana berbeda terasa pada Minggu (9/8/2026). Kehadiran Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Polda Riau justru memunculkan pertanyaan lain dari masyarakat: “Bapak polisi kapan datang lagi?”

Perubahan kalimat tersebut menjadi gambaran sederhana bagaimana kehadiran aparat tidak hanya dinantikan saat terjadi persoalan keamanan, tetapi juga ketika negara hadir menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dipimpin Kombes Pol D. Marpaung, rombongan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 hadir membawa sejumlah kegiatan yang menyasar langsung masyarakat Panipahan.

Sebanyak 810 bendera Merah Putih dibagikan kepada warga. Selain itu, masyarakat mendapatkan layanan kesehatan gratis, ruang dialog bersama aparat, serta 81 paket bantuan sosial.

Kegiatan juga menyentuh sektor lingkungan dan ekonomi masyarakat pesisir. Tim melakukan penanaman 81 bibit mangrove serta menyerahkan 10 mesin ketinting kepada nelayan.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara aparat kepolisian dengan masyarakat, khususnya di wilayah yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri.

Kehadiran polisi di Panipahan sebelumnya lebih banyak dikaitkan dengan persoalan keamanan, terutama setelah penggerebekan lokasi yang diduga menjadi sarang narkoba.

Kali ini, pendekatan yang ditampilkan berbeda. Polisi tidak hanya datang untuk melakukan penindakan, tetapi juga berdialog, memberikan pelayanan kesehatan, menyalurkan bantuan, serta mendukung aktivitas masyarakat pesisir.

Bagi warga, kehadiran tersebut memberikan pesan bahwa perhatian negara tidak semata hadir ketika masalah muncul, tetapi juga dapat diwujudkan melalui pelayanan dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 juga membawa pesan lebih luas: wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) tidak boleh merasa berjalan sendirian.

Panipahan sebagai kawasan pesisir dengan karakter geografis dan aktivitas masyarakat yang khas membutuhkan pola pendekatan yang tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.

Mulai dari bantuan untuk nelayan, layanan kesehatan, bantuan sosial hingga kepedulian terhadap lingkungan melalui penanaman mangrove, seluruh kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa kehadiran negara dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk.

Perubahan pertanyaan warga dari “Polisi ke mana saja?” menjadi “Bapak polisi kapan datang lagi? menjadi bagian paling menarik dari perjalanan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 di Panipahan.

Tentu, satu kali kunjungan belum cukup untuk menjawab seluruh persoalan masyarakat. Kehadiran negara membutuhkan kesinambungan, terutama dalam menjaga keamanan, meningkatkan pelayanan, serta mendukung kehidupan sosial dan ekonomi warga.

Namun setidaknya, ekspedisi tersebut meninggalkan satu kesan penting: ketika aparat hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi juga mendengar dan membantu, jarak antara polisi dan masyarakat bisa menjadi lebih dekat.

Berita Terkait

Dugaan Illegal Logging di Sungai Sembilan Disorot, Mampukah Kapolres Dumai Mengungkap Aktor di Baliknya?
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolsek Rupat Utara Hadiri Penanaman Jagung Pipil di Desa Kadur
Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN, 13 Orang Dikabarkan Dilepas, Publik Menanti Penjelasan
Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD
Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya
Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker
Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Dugaan Illegal Logging di Sungai Sembilan Disorot, Mampukah Kapolres Dumai Mengungkap Aktor di Baliknya?

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolsek Rupat Utara Hadiri Penanaman Jagung Pipil di Desa Kadur

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN, 13 Orang Dikabarkan Dilepas, Publik Menanti Penjelasan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru