GORONTALO — Aktivitas tambang galian C di Desa Motoduto, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo, yang sempat disorot terkait dugaan keluhan debu, mendapat bantahan langsung dari warga setempat.
Warga yang tinggal berdampingan dengan lokasi perusahaan menegaskan bahwa aktivitas tersebut tidak mengganggu kehidupan masyarakat, khususnya terkait persoalan debu dari kendaraan pengangkut material.
Suwarno Alwi (50), warga Desa Motoduto, mengatakan debu yang muncul lebih banyak berasal dari kendaraan umum yang melintas, bukan dari aktivitas perusahaan tambang galian C.
“Oh tidak, debu bukan dihasilkan dari tambang galian C, tapi dari semua mobil yang lalu lalang. Kalau di sini tidak ada debu dari perusahaan. Kalau hanya debu dari perusahaan, pasti sudah banyak masyarakat yang komplain,” ujar Suwarno kepada media, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, pihak perusahaan justru sangat responsif dalam penanganan debu. Penyiraman jalan dilakukan secara rutin untuk mengantisipasi dampak kendaraan.
“Jalan yang kena debu terus disiram. Dalam sehari bisa empat sampai lima kali disiram. Mobil tangki air selalu stand by, jadi masyarakat di sini sama sekali tidak terganggu,” jelasnya.
Suwarno menegaskan, sebagai warga yang tinggal di sekitar lokasi, dirinya akan menjadi orang pertama yang menyampaikan keberatan jika memang ada gangguan.
“Kalau memang terganggu, saya orang pertama yang akan komplain. Karena kami semua di sini basudara dan tinggal di kompleks yang sama,” katanya.
Ia justru menilai kehadiran perusahaan memberikan banyak manfaat bagi Desa Motoduto. Salah satunya bantuan untuk kegiatan sosial dan pembangunan fasilitas umum.
“Saat ini saja Masjid Fastabiqul Khoirat mendapat bantuan lagi untuk renovasi. Intinya kehadiran perusahaan tambang galian C sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Suwarno juga menyebut perusahaan tidak pernah menolak permintaan warga, termasuk penyediaan material timbunan.
“Kalau masyarakat meminta timbunan, langsung dibantu. Jadi yang banyak lalu lalang itu kendaraan pembeli material, bukan semuanya kendaraan perusahaan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Gaston N Bado (42). Ia menilai perusahaan galian C telah memberi dampak positif melalui bantuan sosial dan penyerapan tenaga kerja.
“Perusahaan itu bermanfaat sekali. Kalau ada pesta atau kedukaan masyarakat Desa Motoduto, perusahaan pasti membantu dan menghentikan sementara aktivitas pekerjaan sebagai bentuk menghargai masyarakat,” kata Gaston.
Ia juga meluruskan agar tidak semua kendaraan yang melintas dikaitkan dengan perusahaan.
“Tidak semua mobil yang lalu lalang itu milik perusahaan. Ada juga dari perusahaan lain, jadi tidak bisa serta merta menyalahkan perusahaan galian C di Motoduto,” ujarnya.
Gaston menambahkan, setiap momentum hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha, perusahaan rutin memberikan bantuan sosial kepada warga.
Sementara itu, Kepala Desa Motoduto, Djafar Udjaili, memastikan hingga saat ini pemerintah desa belum menerima laporan keluhan terkait aktivitas tambang galian C.
“Belum ada informasi soal itu ke kami, dan belum ada laporan ke pemerintah desa soal keluhan tambang galian C. Saya sudah sering sampaikan ke masyarakat, kalau ada keluhan silakan sampaikan ke desa,” jelas Djafar.
Ia juga membenarkan perusahaan rutin melakukan penyiraman jalan agar tidak berdebu.
“Sampai dengan hari ini tidak ada yang melapor ke pemerintah desa. Memang benar mereka melakukan penyiraman jalan agar tidak berdebu,” katanya.
Djafar menilai keberadaan perusahaan sangat membantu masyarakat, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
“Perusahaan ini sangat bermanfaat dan sangat membantu masyarakat, bahkan banyak masyarakat yang bekerja di perusahaan. Kalau ada laporan keluhan warga pasti saya tindaklanjuti, tapi sampai dengan saat ini tidak ada keluhan,” pungkasnya.







