DUMAI — Persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Dumai periode 2026-2030 mulai mengerucut. Empat nama telah mengambil formulir pendaftaran bakal calon dalam tahapan awal penjaringan yang dilakukan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kota Dumai.
Keempat nama tersebut yakni Johannes Tetelepta, Abdul Khaidir Jailani, Edison, dan Vincent. Seluruh bakal calon selanjutnya harus mengikuti tahapan pengembalian formulir dan verifikasi persyaratan sebelum ditetapkan sebagai calon yang berhak mengikuti proses pemilihan.
Ketua TPP KONI Kota Dumai, Muhammad Said, didampingi Sekretaris TPP Iriansyah serta anggota TPP Yulia Putra, Budi Adrian Sahputra, dan Gusrizal, mengatakan tahapan pertama penerimaan bakal calon telah berjalan sesuai jadwal dan ketentuan yang ditetapkan.
Pengambilan formulir pencalonan berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, formulir diambil oleh Johannes Tetelepta. Selanjutnya Abdul Khaidir Jailani mengambil formulir pada hari kedua, sedangkan Edison dan Vincent mengambil formulir pada hari ketiga.
“Tahapan pertama sudah berjalan dengan baik. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengikuti proses penjaringan ini dan memberikan kepercayaan kepada TPP untuk menjalankan tahapan pencalonan,” ujar Muhammad Said.
Menurutnya, tahapan pengambilan formulir menjadi bagian awal dari proses penjaringan. Setelah itu, TPP akan memasuki tahapan pengembalian formulir sekaligus melakukan pemeriksaan dan verifikasi terhadap seluruh dokumen persyaratan bakal calon.
Tahapan pengembalian formulir dan verifikasi akan dilaksanakan di ruang rapat Diskopar Kota Dumai lantai II sesuai jadwal yang telah ditetapkan TPP.
Muhammad Said menegaskan, seluruh berkas yang dikembalikan bakal calon akan diperiksa berdasarkan persyaratan yang berlaku.
“Kami mohon doa agar seluruh anggota TPP dapat menjalankan tugas sesuai dengan prosedur. Semua berkas yang dikembalikan akan kami verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Batas akhir pengembalian formulir ditetapkan pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB.
Dengan demikian, empat nama yang telah mengambil formulir masih harus melalui tahapan verifikasi sebelum proses berlanjut ke agenda pemilihan.
Setelah proses pengembalian formulir dan verifikasi persyaratan rampung, tahapan berikutnya akan mengarah pada Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) KONI Kota Dumai.
Musorkotlub direncanakan berlangsung pada 27 Agustus 2026, sekaligus menjadi forum untuk menentukan Ketua Umum KONI Kota Dumai periode 2026-2030.
“Rencananya Musorkotlub dilaksanakan tanggal 27 Agustus untuk pemilihan Ketua KONI Kota Dumai periode 2026-2030. Kami berharap seluruh rangkaian tahapan dapat berjalan lancar, tertib dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan,” tutup Muhammad Said.
Adapun sejumlah persyaratan bakal calon Ketua KONI Kota Dumai antara lain mengisi formulir pendaftaran, fotokopi KTP, pasfoto ukuran 4×6 sebanyak dua lembar, surat pengantar, surat pernyataan, daftar riwayat hidup, dukungan dari pengurus cabang olahraga (cabor), surat keterangan sehat, fotokopi ijazah minimal SMA atau sederajat, serta surat keterangan bebas narkoba.
Tahapan verifikasi menjadi bagian penting untuk memastikan setiap bakal calon memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan sebelum memasuki tahapan Musorkotlub.
Dengan empat nama yang telah mengambil formulir, dinamika menuju pemilihan Ketua KONI Kota Dumai periode 2026-2030 pun mulai menarik perhatian insan olahraga di Kota Dumai. Namun, siapa yang nantinya benar-benar maju dalam arena pemilihan masih menunggu hasil verifikasi dan tahapan resmi berikutnya.







