Antrean Kendaraan Mengular, Pembelian Pertalite di SPBU Teluk Lecah Dibatasi

- Penulis

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENGKALIS — Kelangkaan dan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kembali dikeluhkan masyarakat di sejumlah desa di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau. Antrean kendaraan bahkan mengular di SPBU Teluk Pecah pada Sabtu (15/8/2026).

Sejak pagi, warga dari sejumlah pelosok desa terlihat rela mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM. Kondisi tersebut memunculkan keluhan, terutama terkait pembatasan jumlah pengisian yang dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan kondisi geografis masyarakat di Pulau Rupat.

Warga Datang dari Pelosok Desa

Sejumlah warga mengaku harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan Pertalite. Setelah tiba di SPBU, mereka masih harus menghadapi antrean panjang serta pembatasan volume pengisian.

Sudin salah seorang warga mengungkapkan kekecewaannya karena kendaraan roda dua berkapasitas tangki cukup besar hanya diperbolehkan mengisi dalam jumlah tertentu.

“Kami sudah jauh-jauh datang ke sini, Pak. Motor besar kami saja kapasitas tangkinya sekitar 13 liter, tetapi malah dibatasi hanya boleh mengisi 10 liter. Sementara kami melihat kendaraan mobil pribadi bisa mengisi hingga 50 liter. Di mana letak kebijakan dan rasa keadilan bagi masyarakat kecil?” keluh warga.

Menurut warga, kondisi tersebut cukup menyulitkan masyarakat yang sehari-hari bergantung pada kendaraan bermotor untuk bekerja, mengangkut hasil kebun, berdagang, maupun memenuhi kebutuhan keluarga.

Minta Kebijakan Memperhatikan Kondisi Pulau Rupat

Masyarakat berharap pemerintah dan pengelola SPBU mempertimbangkan kondisi geografis Pulau Rupat. Jarak antardesa yang cukup jauh membuat warga pelosok membutuhkan BBM dalam jumlah yang memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Sudin menegaskan, mereka tidak menolak adanya pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi. Namun, mekanisme pembatasan diharapkan tidak justru menyulitkan masyarakat yang memang membutuhkan BBM untuk aktivitas produktif.

“Kami mendukung kalau pemerintah mau mengatur dan mengawasi BBM subsidi. Tetapi jangan sampai masyarakat desa yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkan minyak. Kami berharap ada kebijakan yang lebih adil dan manusiawi,” ujar warga.

Transparansi Kuota dan Mekanisme Pembatasan

Keluhan mengenai ketersediaan BBM di wilayah Rupat Kabupaten Bengkalis juga diharapkan mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah bersama pihak terkait sebelumnya telah melakukan koordinasi terkait distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya berlangsung tertib dan tepat sasaran.

Di tempat yang sama Rokiyah mengatakan, Ia meminta penjelasan mengenai kuota BBM yang diterima SPBU Teluk lecah.

Rokiyah mengungungkapkan Ketersediaan pasokan, serta dasar penerapan batas pengisian bagi konsumen.” Katanya.

Keterbukaan informasi dinilai penting agar masyarakat memahami alasan pembatasan dan tidak menimbulkan persepsi adanya ketidakadilan dalam pelayanan.

Pemerintah Diminta Segera Cari Solusi

Masyarakat Pulau Rupat berharap pemerintah daerah, pemerintah pusat, Pertamina, serta pengelola SPBU Teluk lecah dapat segera mencari solusi atas persoalan tersebut.

Selain memastikan pasokan Pertalite mencukupi, masyarakat juga berharap mekanisme pembatasan pengisian diterapkan secara jelas, konsisten, dan mempertimbangkan kebutuhan warga di wilayah pelosok.

Pada akhirnya, masyarakat berharap kebijakan BBM bersubsidi benar-benar mampu membantu kelompok yang membutuhkan, tanpa membuat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam di antrean hanya untuk memperoleh beberapa liter BBM.

**(Marhisam)**

Berita Terkait

Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker
Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi
BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar
Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan
Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan
Agenda 15 oktober dipertanyakan, warga desa mire kecewa tak temui anggota DPRD
Kendalikan Banjir, Pemko Dumai Kerjakan Drainase di Jalan Budi Kemuliaan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:48 WIB

BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:31 WIB

Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan

Berita Terbaru