DUMAI – Suara ledakan keras kembali terdengar dari kawasan operasional Kilang Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) II Dumai, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 22.50 WIB. Dentuman tersebut sontak membuat warga yang tinggal di kawasan Ring 1, khususnya Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai, dilanda kepanikan.
Warga mengaku suara ledakan terdengar cukup kuat, bahkan disertai getaran yang terasa hingga ke permukiman. Sejumlah warga yang berada di dalam rumah spontan berhamburan keluar untuk memastikan kondisi di sekitar mereka.
Tak lama setelah suara ledakan terdengar, warga juga mengaku mendengar suara suling dari dalam kawasan kilang.
Seorang warga RT 05 Kelurahan Tanjung Palas yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, masyarakat Ring 1 yang merasakan langsung dampak kejadian berharap pihak kilang tidak hanya memberikan penjelasan melalui pemberitaan atau kepada kelompok masyarakat tertentu.
Menurutnya, Pertamina perlu turun langsung menemui warga untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi serta memastikan apakah terdapat dampak terhadap permukiman dan masyarakat di sekitar kilang.
“Harapan kami selaku warga Ring 1 yang terdampak langsung, pihak kilang dapat turun langsung dan memberikan penjelasan kepada kami masyarakat sekitar, bukan hanya kepada segelintir orang yang datang berdemo semalam,” ujarnya.
Ia juga berharap terdapat itikad baik dari pihak Pertamina untuk melihat secara langsung kondisi warga setelah kejadian tersebut.
“Setidaknya ada itikad baik dari pihak Pertamina atas kejadian semalam, karena mengakibatkan getaran yang cukup kuat, menimbulkan kerugian materiil dan kecemasan bagi orang yang merasakannya langsung,” katanya.
Selain meminta penjelasan terkait ledakan, warga tersebut juga menyoroti pelaksanaan Turn Around (TA) kilang yang sebelumnya disebut menelan anggaran dalam jumlah besar.
Baru beberapa bulan sudah mengeluarkan ledakan. Kami meminta BPK RI untuk mengaudit perusahaan negara ini,” tegasnya.
Warga juga mempertanyakan bentuk respons Pertamina pascakejadian. Menurutnya, masyarakat Ring 1 membutuhkan kehadiran langsung pihak perusahaan, bukan sekadar permintaan maaf yang disampaikan melalui pemberitaan.
“Jangan hanya sekadar minta maaf kepada warga Ring 1,” katanya.
Ia mengaku heran jika permintaan maaf tersebut hanya diketahui warga melalui pemberitaan media.
“Yang aneh lagi, kata warga yang tidak ingin dipublikasikan namanya, permintaan maaf hanya lewat pemberitaan yang saya baca. Kan aneh. Apa salahnya turun mengecek warga masyarakat, apakah ada dampak kepada masyarakat, khususnya RT 05 Kelurahan Tanjung Palas,” lanjutnya.
Warga berharap pihak Pertamina segera memberikan penjelasan resmi dan terbuka mengenai penyebab ledakan, kondisi operasional kilang setelah kejadian, serta ada atau tidaknya dampak terhadap permukiman warga.
Kejelasan tersebut dinilai penting untuk meredam kekhawatiran masyarakat yang tinggal berdekatan dengan kawasan industri migas.







