DUMAI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian di Kota Dumai. Tim gabungan dari Polres Dumai, TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga turun langsung melakukan penanganan kebakaran di Jalan Parit Saru RT 08, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Senin (7/9/2026).
Penanganan berlangsung selama hampir seharian, mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.15 WIB. Personel gabungan dikerahkan untuk memadamkan titik api sekaligus melakukan pengendalian agar kebakaran tidak meluas ke area lainnya.
Penanganan Karhutla tersebut turut dipantau langsung oleh Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan, S.H., S.I.K., M.Si.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait juga terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kabag Ops Polres Dumai, Kasat Samapta Polres Dumai, Pasi Ops Kodim 0320/Dumai, Danramil Sungai Sembilan, Kapolsek Sungai Sembilan, personel BPBD Kota Dumai, personel Polres Dumai dan Polsek Sungai Sembilan, anggota Koramil Sungai Sembilan, MPA, serta masyarakat.
Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan bahwa penanganan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab satu institusi, tetapi membutuhkan koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak di lapangan.
Petugas tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan pengendalian terhadap area yang terbakar guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Kondisi lahan dan cuaca menjadi faktor yang perlu terus diwaspadai dalam penanganan Karhutla. Api yang tidak segera dikendalikan berpotensi menjalar ke wilayah yang lebih luas, terutama apabila didukung kondisi angin dan lahan yang kering.
Karena itu, masyarakat di sekitar lokasi juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain penanganan di lapangan, unsur terkait kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Pembakaran lahan yang semula dilakukan dalam skala kecil dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan apabila kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.
Kapolres Dumai bersama unsur yang terlibat menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah Karhutla. Informasi mengenai keberadaan titik api diharapkan segera disampaikan kepada aparat atau instansi terkait agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin.
Penanganan Karhutla di Bangsal Aceh menjadi gambaran pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, MPA dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Upaya pemadaman di lapangan diharapkan tidak berhenti pada penanganan api, tetapi juga diikuti langkah pencegahan sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Dengan pengawasan dan partisipasi masyarakat yang lebih aktif, potensi meluasnya Karhutla di wilayah Kota Dumai dapat ditekan sekaligus menjaga lingkungan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.







