Sosok Sari Rahayu, Rescuer Wanita Basarnas di Tengah Kepungan Asap Karhutla Dumai

- Penulis

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Kobaran api, panas, dan kepungan asap tak menyurutkan langkah Sari Rahayu. Di tengah medan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang penuh risiko, rescuer Unit Siaga SAR Dumai itu memilih tetap berada di garis depan bersama tim gabungan.

Sari turun langsung dalam operasi penanganan karhutla di Jalan Parit Saru, Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai. Dengan perlengkapan keselamatan, ia bersama personel lainnya berjibaku mengendalikan titik api agar tidak meluas.

Di lokasi, Sari tidak bekerja seorang diri. Personel Unit Siaga SAR Dumai bersinergi dengan unsur TNI, Polri, BPBD Kota Dumai, Manggala Agni serta unsur terkait lainnya dalam upaya penanganan kebakaran.

Medan yang dihadapi tim bukanlah kawasan yang mudah ditaklukkan. Semak dan vegetasi kering menjadi bahan bakar yang berpotensi membuat api terus menjalar.

Kepulan asap juga membuat jarak pandang terbatas dan menambah tantangan bagi personel yang bekerja di lapangan. Namun kondisi tersebut tak membuat langkah tim terhenti.

Mereka terus bergerak melakukan upaya pemadaman sekaligus melokalisasi area terdampak agar kobaran api tidak merambat ke wilayah yang lebih luas.

Di tengah kondisi tersebut, sosok Sari menjadi salah satu personel yang ikut mengambil peran. Bagi dirinya, tugas sebagai rescuer bukan pekerjaan yang dibatasi oleh perbedaan gender.

“Walaupun saya perempuan, saya seorang rescuer. Karena tugas bagi saya adalah suatu kehormatan.”

Pernyataan tersebut menggambarkan sikap Sari dalam menjalankan tugas. Baginya, menjadi rescuer berarti siap berada di lapangan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, termasuk dalam situasi darurat seperti karhutla.

Keterlibatan Sari sekaligus memperlihatkan bahwa operasi kemanusiaan tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga keberanian, keterampilan, disiplin, dan kemampuan bekerja dalam tim.

Perempuan pun memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam operasi lapangan dengan tantangan dan risiko yang sama.

Namun, yang paling penting dari keterlibatan tersebut bukan sekadar soal siapa yang berada di balik perlengkapan keselamatan. Di balik setiap personel yang turun ke lapangan, terdapat tanggung jawab untuk memastikan operasi berjalan aman dan efektif.

Penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Setiap unsur memiliki tugas dan kewenangan masing-masing, mulai dari upaya pemadaman, pengendalian api, pemantauan kondisi lapangan hingga memastikan keselamatan personel.

Sinergi antara Basarnas, TNI, Polri, BPBD Kota Dumai, Manggala Agni dan unsur terkait menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi darurat tersebut.

Koordinasi juga menjadi kunci. Sebab, bekerja di tengah kawasan terbakar bukan hanya persoalan bagaimana memadamkan api, tetapi juga bagaimana memastikan personel tidak menjadi korban dalam proses penanganan.

Keterlibatan Sari menjadi bagian dari dukungan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru terhadap penanganan kondisi kedaruratan di wilayah kerjanya.

Dalam situasi tertentu, personel pencarian dan pertolongan dituntut memiliki kesiapsiagaan untuk bersinergi dengan berbagai instansi ketika kondisi darurat berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

Di tengah kepungan asap dan medan karhutla Dumai, Sari Rahayu memilih tetap menjalankan tugasnya.

Bukan untuk mencari sorotan, tetapi karena bagi seorang rescuer, berada di lapangan ketika dibutuhkan merupakan bagian dari pengabdian.

Di saat api menguji keberanian, Sari memilih tetap melangkah.

Berita Terkait

Arogan Dan Sering Minta Imbalan, Warga Desa Pagaran Dolok Sosa Jae Keluhkan Sikap Kepala Desanya
Outing Class ke Dishub Dumai, Siswa SDIT Ath-Thaaqib Muhammadiyah Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
Realisasi Pajak Dumai Tembus Rp755 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp870 Miliar Tercapai
Iyeth Bustami Kukuhkan DPC PKB Dumai 2026–2031, Tujuh DPAC Resmi Dilantik
Anak 14 Tahun Terlibat Kecelakaan di Ratolindo, Korban Luka dan Motor Rusak Berat, Orang Tua Korban Siap Tempuh Jalur Hukum
Perkuat Infrastruktur Dumai, Wali Kota Paisal Sambangi Tiga Instansi Strategis di Pekanbaru
Audiensi Organda dan Dishub Dumai, Sinergi Transportasi Darat
Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar, Satlantas Polres Dumai Turun ke SMPN 3 Lewat Police Goes to School
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:40 WIB

Arogan Dan Sering Minta Imbalan, Warga Desa Pagaran Dolok Sosa Jae Keluhkan Sikap Kepala Desanya

Selasa, 3 November 2026 - 09:26 WIB

Outing Class ke Dishub Dumai, Siswa SDIT Ath-Thaaqib Muhammadiyah Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

Selasa, 3 November 2026 - 06:44 WIB

Realisasi Pajak Dumai Tembus Rp755 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp870 Miliar Tercapai

Selasa, 3 November 2026 - 04:44 WIB

Iyeth Bustami Kukuhkan DPC PKB Dumai 2026–2031, Tujuh DPAC Resmi Dilantik

Selasa, 3 November 2026 - 03:43 WIB

Anak 14 Tahun Terlibat Kecelakaan di Ratolindo, Korban Luka dan Motor Rusak Berat, Orang Tua Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru