Dugaan Angkut BBM Pakai Jerigen Plastik di Proyek Pertamina Dumai Disorot, Aspek HSSE Dipertanyakan

- Penulis

Sabtu, 3 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI –  Dugaan penggunaan jerigen berbahan plastik untuk mengangkut bahan bakar minyak (BBM) dalam aktivitas proyek di sekitar lingkungan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Dumai menjadi sorotan. Praktik tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan tersebut berkaitan dengan aktivitas perusahaan subkontraktor PT Surya Sakti Sukses (SSS), yang disebut mengerjakan proyek pembangunan jaringan pipa air bersih dari kawasan Perumahan Pertamina menuju area dalam Kilang Pertamina Dumai.

Sejumlah sumber dari kalangan pekerja menyebutkan, BBM jenis solar diduga dibawa dari kawasan perumahan menuju lokasi pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan operasional genset maupun peralatan kerja.

Namun, yang menjadi perhatian bukan hanya aktivitas pemindahan BBM, melainkan wadah dan metode pengangkutan yang diduga digunakan.

Berdasarkan informasi yang diterima, solar tersebut diduga dimasukkan ke dalam jerigen berbahan plastik sebelum dibawa menuju lokasi proyek.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian wadah, prosedur pemindahan, penyimpanan, serta pengangkutan BBM dengan standar keselamatan yang berlaku di lingkungan kerja kilang.

Terlebih, BBM merupakan material yang mudah terbakar sehingga setiap proses pemindahan dan pengangkutannya idealnya dilakukan dengan memperhatikan pengendalian risiko, termasuk jenis wadah, volume, kendaraan, rute, serta prosedur keselamatan.

Selain itu, terdapat informasi mengenai dugaan penggunaan kendaraan perusahaan untuk membawa BBM tersebut melewati akses keluar-masuk kawasan.

Jika informasi tersebut benar, sejumlah hal perlu diklarifikasi, termasuk apakah kendaraan, wadah, volume BBM, dan aktivitas pengangkutan telah melalui pemeriksaan keamanan serta memperoleh persetujuan sesuai prosedur yang berlaku.

Sistem pengamanan pada akses keluar-masuk kawasan strategis pada prinsipnya menjadi salah satu bagian dari pengendalian terhadap aktivitas dan material yang dibawa masuk maupun keluar kawasan.

Dugaan pengangkutan BBM menggunakan wadah yang tidak sesuai standar juga perlu diperiksa karena berpotensi menimbulkan risiko apabila terjadi kebocoran, tumpahan, paparan panas, percikan api, ataupun kecelakaan kendaraan.

Risiko tersebut tidak hanya berkaitan dengan pekerja, tetapi juga dapat berdampak terhadap pengguna jalan, masyarakat sekitar, maupun lingkungan apabila pengangkutan berlangsung melewati kawasan permukiman.

Karena itu, informasi tersebut perlu diverifikasi oleh pihak yang berwenang untuk memastikan apakah aktivitas yang dipersoalkan benar terjadi dan apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan prosedur HSSE.

Pemeriksaan antara lain dapat mencakup jenis dan volume BBM, jenis wadah yang digunakan, kendaraan pengangkut, asal dan tujuan BBM, prosedur pengeluaran dari kawasan perumahan, pemeriksaan di gerbang keamanan, serta dokumen atau izin yang berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Verifikasi juga diperlukan untuk memastikan apakah penggunaan wadah tersebut memang merupakan pelanggaran prosedur, persoalan administratif, atau aktivitas yang sebenarnya telah memiliki dasar dan izin sesuai ketentuan.

Hingga berita ini disusun, PT Surya Sakti Sukses maupun PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit II Dumai masih perlu dimintai konfirmasi mengenai dugaan tersebut, termasuk prosedur yang menjadi dasar pengangkutan BBM dalam kegiatan proyek.

Apabila dugaan tersebut terbukti tidak sesuai dengan ketentuan HSSE, langkah korektif tentunya menjadi penting untuk mencegah terjadinya risiko keselamatan.

Sebaliknya, apabila aktivitas tersebut telah memenuhi standar dan memiliki izin sesuai ketentuan, penjelasan dari pihak terkait diperlukan agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada PT Surya Sakti Sukses, PT Kilang Pertamina Internasio

Berita Terkait

Tengah Malam, 14 Personel Satlantas Polres Dumai Sisir Titik Rawan Balap Liar, 2 Motor Knalpot Brong Diamankan
Polisi dan Warga Kompak Tanam Jagung di Bukit Kapur, Dorong Swasembada Pangan dari Lahan Warga
PT Surya Saksi Sukses Diduga Angkut BBM Pakai Jerigen Plastik di Proyek Pertamina Dumai Disorot, HSSE Dipertanyakan
Kabel PJU Dicuri, Dishub Dumai Turun Tangan Pulihkan Penerangan Jalan Putri Tujuh
Gotong Royong di Bumi Ayu, Wawako Dumai Pimpin Bersihkan Drainase dan Sampah
Dodos Sawit di Kebun Warga, Kabur Saat Dipergoki: 677 Kg Buah Sawit Diduga Dicuri
Kasus Dugaan Dana Hibah KPU Tojo Una-Una Dipertanyakan, Barang Sitaan Kejaksaan Jadi Sorotan
Kabut Asap Kembali Selimuti Dumai, Sekda Imbau Warga dan Pelajar Kenakan Masker
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Tengah Malam, 14 Personel Satlantas Polres Dumai Sisir Titik Rawan Balap Liar, 2 Motor Knalpot Brong Diamankan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Dugaan Angkut BBM Pakai Jerigen Plastik di Proyek Pertamina Dumai Disorot, Aspek HSSE Dipertanyakan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polisi dan Warga Kompak Tanam Jagung di Bukit Kapur, Dorong Swasembada Pangan dari Lahan Warga

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 04:05 WIB

PT Surya Saksi Sukses Diduga Angkut BBM Pakai Jerigen Plastik di Proyek Pertamina Dumai Disorot, HSSE Dipertanyakan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Kabel PJU Dicuri, Dishub Dumai Turun Tangan Pulihkan Penerangan Jalan Putri Tujuh

Berita Terbaru