DUMAI – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai terus berupaya menekan risiko banjir dan genangan air melalui normalisasi saluran serta pembangunan drainase di sejumlah titik rawan. Saat ini, pembangunan drainase di Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Ahmad Yani tengah berlangsung untuk memperlancar aliran air menuju Sungai Dumai.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pembenahan infrastruktur perkotaan, terutama dalam mengantisipasi genangan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat saat intensitas hujan meningkat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Dumai, Riau, Satria Alamsyah, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melaksanakan sejumlah kegiatan penanganan banjir, baik melalui normalisasi drainase di kawasan pusat kota maupun pembangunan saluran baru di lokasi yang dinilai rawan tergenang.
Menurutnya, pembangunan drainase di Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Ahmad Yani ditujukan untuk memperlancar aliran air agar dapat mengalir menuju Sungai Dumai.
Dengan saluran yang lebih memadai, potensi penumpukan air di kawasan tersebut diharapkan dapat ditekan, terutama ketika hujan mengguyur dalam durasi panjang.
Selain pembangunan saluran baru, normalisasi drainase juga menjadi bagian penting dalam penanganan banjir. Saluran yang tersumbat atau mengalami pendangkalan dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya genangan.
Pembangunan dan normalisasi drainase merupakan salah satu langkah untuk mengurangi dampak banjir di perkotaan. Namun, efektivitasnya juga bergantung pada kelancaran aliran air, kondisi saluran di sepanjang jalur pembuangan, serta pemeliharaan secara berkala.
Karena itu, hasil pekerjaan di Jalan Budi Kemuliaan dan Jalan Ahmad Yani diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan hanya memperlancar aliran air, tetapi juga mengurangi gangguan aktivitas akibat genangan.
Pemko Dumai melalui Dinas PU diharapkan terus melakukan evaluasi terhadap titik-titik rawan banjir lainnya agar penanganan dapat dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur drainase tidak sekadar menjadi pekerjaan fisik, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan dan kualitas lingkungan perkotaan.







