Jika Ingin Aman, Penampung Inti Sawit Ilegal Dipaksa Bayar 13 Juta per Bulan

- Penulis

Minggu, 19 Juli 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MANDAU, Tribunriau-
Kelakuan oknum anggota Polsek Mandau Duri bagaikan preman besar di ibukota Jakarta yang biasa melakukan pemaksaan pembayaran uang keamanan bila berjualan di pinggir jalan.

Hal itu terbukti ketika Tribunriau bertemu dengan beberapa orang yang mengaku sebagai Buser di Polsek Mandau dibawah pimpinan Boby sebagai Kepala Tim di Duri 13 pada 11 Juni bulan lalu.

Saat pertemuan tersebut, beberapa oknum tersebut sedang menginterogasi salah seorang pengusaha penampung Inti sawit yang baru buka 3 hari dan belum mendapatkan barang, mereka memaksa pengusaha tersebut membayar sebesar 13 Juta rupiah untuk satu bulan, bila tidak, ikut ke kantor Polsek di Duri untuk dibawa ke ranah hukum.

“Bagaimana kami tak bisa lama lama disini, kalau bayar silahkan sekarang juga, bila tidak ikut ke kantor, ini perintah Kapolsek, kalau ada beking mu telepon sekarang, saya tunggu sekarang,” ancam Boby.

Menurut Boby, setoran itu dibagi di Polsek dengan rincian 5 juta untuk Kapolsek, 2 juta untuk Wakapolsek, 3 juta untuk Kanit reskrim dan 3 juta rupiah untuk opsnal Buser Polsek Mandau. Diperkirakan lokasi penampungan Inti sawit dari Simpang Bangko ke Simpang ABC Duri 13 ada 8 titik. Jadi Kapolsek Mandau mendapatkan 40 juta rupiah per bulannya.

Ketika perihal tersebut hendak dikonfirmasi kepada Kapolsek Mandau Kompol Jose, beliau tidak berada di tempat.

Wakapolsek AKP Sitanggang ketika dikonfirmasi via ponselnya, membenarkan hal tersebut. “Ia benar, memang begitu aturan mainnya disini, bayar dulu baru bisa buka lapak, bila tidak diobrak abrik mereka nanti dan disegel dengan garis Line Polisi,” kata Tanggang.

Koordinator Riau LSM Gerakan Nasional Pemantau Korupsi (GNPK) Lisbet, ketika diminta tanggapannya sangat menyesalkan tindakan oknum Polisi tersebut, dikatakannya oknum polisi tersebut tidak mengetahui apa tugas polisi yang sebenarnya.

“Tindakan yang begitu bukan kinerja Polisi yang benar, itu sama dengan tindakan beruang di hutan.” ujarnya.

Ditambahkan Lisbet, pihaknya akan meminta Kapolda untuk mereformasi anggotanya yang melakukan tindakan merendahkan martabat kepolisian tersebut.

“Saya akan jumpa dengan Kapolda bulan depan dan juga LSM kami ini bersinergi dengan Kepolsian, jadi kami hampir setiap bulan ada pertemuan dengan para petinggi di Polda, jadi nanti akan saya sampaikan hal ini sama Kapolda,” ujar Lisbet. (ars)

Berita Terkait

Polres Dumai Berhasil Gagalkan Penyeludupan Narkoba Sebanyak 5 Kg
Penyelundupan 25,8 Kilogram Sabu Senilai Rp26 Miliar Berhasil Diungkap Polres Dumai, Tiga Tersangka Diamankan
Keluarga Korban Apresiasi Gerak Cepat Polres Dumai Tangkap Terduga Pembunuhan
Pembunuhan di Bukit Timah, Korban Tidak Hamil Motif Pelaku Cemburu dan Sakit Hati
Sepeda Motor Milik Warga Dondo Raib Dicuri di Teras Rumah, Korban Resmi Melapor ke Polres Tojo Una-Una
Polsek Bukit Kapur Ungkap Kasus Perjudian Togel, Dua Pelaku Diamankan
Kasus Pencurian Sepeda Motor Berhasil di Amankan Polsek Dumai Barat 
Polres Dumai Gulung Dua Pengedar Ekstasi di Bukit Batrem, 20 Butir Pil Haram Disita

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 07:18 WIB

Polres Dumai Berhasil Gagalkan Penyeludupan Narkoba Sebanyak 5 Kg

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:47 WIB

Penyelundupan 25,8 Kilogram Sabu Senilai Rp26 Miliar Berhasil Diungkap Polres Dumai, Tiga Tersangka Diamankan

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:43 WIB

Keluarga Korban Apresiasi Gerak Cepat Polres Dumai Tangkap Terduga Pembunuhan

Rabu, 17 Juni 2026 - 04:22 WIB

Pembunuhan di Bukit Timah, Korban Tidak Hamil Motif Pelaku Cemburu dan Sakit Hati

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:41 WIB

Sepeda Motor Milik Warga Dondo Raib Dicuri di Teras Rumah, Korban Resmi Melapor ke Polres Tojo Una-Una

Berita Terbaru