Keluhkan Tunda Bayar, Wabup Siak: Kalau Ada Pegawai tak Makan atau Makan Garam, Datang ke Rumah Saya

- Penulis

Selasa, 15 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


SIAK
– Suasana apel pagi di lingkungan Kantor Bupati Siak, yang biasanya berlangsung tenang dan tertib, mendadak tegang setelah Wakil Bupati Siak, Husni Merza, menyampaikan arahan dengan nada tinggi dan emosi terkait keluhan para pegawai yang belum menerima hak-hak mereka sejak awal tahun.

Dalam amanatnya sebagai pembina apel, Husni awalnya menyampaikan arahan rutin sebagaimana biasa. Namun saat mulai menyinggung isu tunda bayar, termasuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), ekspresi dan nada bicara Wakil Bupati mendadak berubah.

“Kalau ada pegawai yang tidak bisa makan atau makan hanya pakai garam, suruh datang ke rumah saya,” ucap Husni dengan nada tinggi di hadapan seluruh peserta apel, Senin (14/4/2025).

Pernyataan itu sontak mengundang kekecewaan dari banyak pegawai yang hadir. Seorang PNS yang mengikuti apel pagi, namun enggan disebutkan namanya demi menjaga keamanan dan kenyamanannya dari intervensi atasan, mengungkapkan rasa sedih dan miris atas pernyataan Wakil Bupati tersebut.

“Bukan soal bisa makan atau tidak. Ini soal hak kami yang belum dibayarkan. Kami bekerja sesuai kewajiban, tapi hak-hak kami, seperti THR dan TPP, ditunda tanpa kejelasan,” ujarnya.

Pegawai tersebut juga menambahkan bahwa hingga saat ini, gaji bulan April pun belum diterima oleh para ASN. Sementara di sisi lain, Pemerintah Daerah disebut-sebut telah mendahulukan pembayaran kepada pihak ketiga, bahkan tidak merata.

“Yang dibayarkan pun bukan semua, tapi katanya hanya orang-orang tertentu saja yang didahulukan. Sungguh kami kecewa,” tambahnya.

Menurutnya, alih-alih menenangkan, pernyataan Wabup justru menyulut kekecewaan lebih dalam, karena dinilai tidak mencerminkan sikap bijak seorang pemimpin Melayu.

“Seharusnya beliau bisa menyampaikan sesuatu yang sejuk dan menenangkan di tengah kondisi seperti ini. Bukan malah menyampaikan pernyataan yang justru membuat kami merasa diremehkan,” tutupnya.

Situasi ini semakin menambah tekanan bagi para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemkab Siak yang merasa menjadi korban kebijakan anggaran yang dinilai tidak memihak kesejahteraan aparatur.

SUmber : PUBLIKNEWS.COM

Editor : Feri Windria

Berita Terkait

Video Viral Bongkar Kumuhnya Pelabuhan RoRo Dumai, Kritik Boleh Tapi Bahaya Jika Salah Sasaran
Kapolsek KSKP Dumai Bersama Personil Melakukan Pengecekan Tanaman Jagung Bersama Kelompok Tani Tuah Brata Pangan
Warga Malaysia Kibarkan Bendera Merah Putih, Minta Gabung ke RI
Polres Dumai Gelar Upacara Khidmat dan Teguhkan Semangat Persatuan Peringati Hari Lahir Pancasila 2026
Enam Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi Khusus Hari Raya Waisak
Rutan Dumai Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
PT Pelabuhan Dumai Berseri Mengucapkam Selamat Hari Lahir Pancasila 2026 Usung Semangat Persatuan dan Damai
Sat Reskrim Polres Dumai Gelar Sosialisasi KUHAP Bersama PPNS lintas Instansi Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:12 WIB

Video Viral Bongkar Kumuhnya Pelabuhan RoRo Dumai, Kritik Boleh Tapi Bahaya Jika Salah Sasaran

Senin, 1 Juni 2026 - 07:13 WIB

Kapolsek KSKP Dumai Bersama Personil Melakukan Pengecekan Tanaman Jagung Bersama Kelompok Tani Tuah Brata Pangan

Senin, 1 Juni 2026 - 06:32 WIB

Warga Malaysia Kibarkan Bendera Merah Putih, Minta Gabung ke RI

Senin, 1 Juni 2026 - 06:20 WIB

Polres Dumai Gelar Upacara Khidmat dan Teguhkan Semangat Persatuan Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 06:16 WIB

Enam Warga Binaan Rutan Dumai Terima Remisi Khusus Hari Raya Waisak

Berita Terbaru