PETI Kuansing: Bom Waktu yang Terus Berdetak, Siapa yang Akan Mematikannya?

- Penulis

Jumat, 31 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ket photo : Epi Martison di Kamboja lingkungan pencandian angkor wat Cambodia

KUANTAN SINGINGI – Pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus menjadi masalah kronis yang seolah tak tersentuh hukum. Dampak destruktifnya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sudah nyata, namun aktivitas ilegal ini tetap berjalan tanpa hambatan berarti.

Seniman sekaligus komposer dan koreografer Nasional, Epi Martison-lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ)-ikut menyoroti persoalan ini. Ia menyebut PETI sebagai “bom waktu” yang terus berdetak, menunggu saatnya meledak jika tidak segera ditangani dengan serius.

“PETI ini seperti sampah plastik-kita tahu itu merusak, tetapi tetap ada dan dibiarkan. Pertanyaannya, apakah ini benar-benar sulit diberantas, atau ada kepentingan yang sengaja membiarkannya tetap hidup?” ujar Epi Martison, Jumat (30/01/2025).

PETI telah lama menjadi ancaman bagi ekosistem, terutama bagi sungai-sungai yang menjadi sumber utama kehidupan masyarakat. Pencemaran merkuri, degradasi tanah, dan hilangnya keseimbangan ekologis adalah beberapa dampak nyata dari praktik tambang ilegal ini. Namun, alih-alih diberantas, PETI justru berkembang semakin pesat. Sosialisasi mengenai bahayanya sering kali hanya menjadi sekadar formalitas tanpa tindakan nyata di lapangan.

Faktor ekonomi sering dijadikan alasan utama mengapa PETI tetap marak. Banyak warga menggantungkan hidup pada tambang emas ilegal karena keterbatasan lapangan pekerjaan lain. Namun, menurut Epi, jika pemerintah serius, seharusnya sudah ada solusi konkret yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Tidak bisa terus-menerus menggunakan dalih ekonomi sebagai pembenaran. Pemerintah harus menyediakan alternatif mata pencaharian yang layak, bukan hanya sekadar retorika,” tegasnya.

Lebih dari sekadar persoalan ekonomi rakyat kecil, banyak yang meyakini bahwa ada aktor-aktor besar yang berperan dalam keberlangsungan PETI. Mustahil rasanya aktivitas tambang ilegal berskala besar dapat terus berjalan tanpa adanya keterlibatan pihak tertentu.

“PETI ini bukan sekadar urusan masyarakat yang mencari nafkah. Ada cukong tambang, ada oknum yang diuntungkan. Selama mereka masih menikmati hasilnya, PETI akan tetap hidup,” tambah Epi.

Pertanyaan besar yang harus dijawab adalah: Apakah aparat benar-benar berupaya menindak PETI? Ataukah ada pihak yang justru melindungi bisnis ilegal ini demi keuntungan pribadi?

Jika tidak ada tindakan tegas, PETI akan terus menjadi ancaman bagi Kuansing. Kerusakan lingkungan akan semakin parah, dan generasi mendatang akan menanggung akibatnya.

Pemerintah dan aparat penegak hukum tidak bisa terus berdiam diri. Jika PETI tetap dibiarkan, maka pertanyaannya bukan lagi mengapa ini terjadi, tetapi siapa yang ingin ini tetap terjadi.

Epi Martison berharap ada langkah konkret yang tidak hanya represif, tetapi juga solutif. Tanpa kebijakan yang tegas dan berkelanjutan, Kuansing akan menghadapi krisis ekologi yang semakin tak terkendali. Saatnya pemerintah berhenti berbicara dan mulai bertindak sebelum bom waktu ini benar-benar meledak. (Zul)

Berita Terkait

Kanwil Imigrasi Riau Cek Pelayanan Keimigrasian dan Lalulintas Penumpang di Pelabuhan Dumai
Jalin Silaturahmi, Karutan Dumai Kunjungi Wali Kota Dumai
Kepolisian Daerah Riau Tinjau Jembatan Rusak di Dumai dan Segera di Perbaikan
Satpol PP Bubarkan Secara Paksa Pasangan Muda – Mudi di Varia Salon
114 PMI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Pelabuhan Dumai
Kunjungan Yayasan Karyawan Muslim [YKM] Wilmar Safary Ramhadan di Mushalla Alhijrah Teluk Makmur
Palak Supir Truk, 3 Pelaku Disergap Tim Raga Polres Dumai
HUT Damkar ke-107 Dilaksanakan Sederhana Dengan Berbuka Puasa Bersama

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 08:43 WIB

Kanwil Imigrasi Riau Cek Pelayanan Keimigrasian dan Lalulintas Penumpang di Pelabuhan Dumai

Senin, 2 Maret 2026 - 08:33 WIB

Jalin Silaturahmi, Karutan Dumai Kunjungi Wali Kota Dumai

Senin, 2 Maret 2026 - 05:50 WIB

Kepolisian Daerah Riau Tinjau Jembatan Rusak di Dumai dan Segera di Perbaikan

Senin, 2 Maret 2026 - 05:35 WIB

Satpol PP Bubarkan Secara Paksa Pasangan Muda – Mudi di Varia Salon

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:18 WIB

114 PMI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Pelabuhan Dumai

Berita Terbaru

Berita

Jalin Silaturahmi, Karutan Dumai Kunjungi Wali Kota Dumai

Senin, 2 Mar 2026 - 08:33 WIB

Berita

114 PMI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Pelabuhan Dumai

Minggu, 1 Mar 2026 - 14:18 WIB