Bayar Gaji di Bawah UMK, Ketua Komisi I DPRD Dumai Angkat Bicara

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI – Polemik ketenagakerjaan di Kota Dumai kerap terjadi.Pabrik Kopi Rasa Sayang yang beralamat di jalan pemuda Darat Kota Kota Dumai diduga membayar upah karyawan tidak sesuai dengan Upah Minimum Kota (UMK) yang telah ditetapkan pemerintah. Praktik ini dinilai merugikan pekerja dan berpotensi menjerat perusahaan ke ranah pidana.

Sejumlah mantan karyawan mengaku hanya menerima gaji di bawah standar UMK. Padahal, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan serta peraturan turunan lainnya, perusahaan wajib membayar upah paling sedikit sesuai UMK yang berlaku di daerah.

“Gaji yang kami terima jauh di bawah UMK Dumai. Tentu kami sangat dirugikan,” ujar salah seorang eks pekerja Irma suryani yang telah bekerja lebih kurang 10 tahun,Kamis (22/8).

Ketua LSM GPCN Dumai ( Gerakan Pemuda Cinta Negeri) Rio A.S melalui sekretaris Novri Maulana menyampaikan,jika benar perusahaan terbukti membayar gaji di bawah UMK, maka pihak manageman pabrik Kopi Rasa Sayang bisa dijerat pidana.

“Jika terbukti pabrik Kopi Rasa Sayang membayar gaji di bawah UMK,bisa di ancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 185 UU Ketenagakerjaan, dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun atau denda hingga Rp400 juta,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD kota Dumai Edison S.H bahwa setiap perusahaan wajib mematuhi ketentuan yang telah diatur pemerintah.

“Kami sangat menyesalkan perusahaan Pabrik Kopi Rasa Sayang yang masih membayar gaji karyawannya di bawah UMK. Ini jelas bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan dan harus ditindaklanjuti,”ucapnya

Lebih lanjut Edison menjelaskan,Kami sudah melakukan hering kepada managemant Pabrik Kopi Rasa Sayang dengan mantan pekerja,kami minta perusahaan harus menyelesaikan segera dengan mantan pekerja.

“Setelah melakukan hearing beberpaa waktu lalu,kami meminta pihak perusahaan menyelesaikan permesalahan dengan mantan pekerja,apabila pihak perusahaan belum juga ada penyelesaian kami akan panggil kembali,”tambahnya.

Edison juga menyampaikan dengan tegas terkait UMK,apabila benar pihak perusahaan melanggar maka ada sanksi tegas harus di terima pihak perusahaan

“Upah Minimum Kota adalah hak pekerja yang tidak bisa ditawar. Jika perusahaan terbukti melanggar, maka ada sanksi tegas bahkan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 90 ayat (1) UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,”tegasnya

Kasus ini diharapkan menjadi perhatian serius, agar setiap perusahaan di Dumai taat terhadap aturan ketenagakerjaan dan tidak lagi merugikan para pekerja.

Berita Terkait

Kanwil Imigrasi Riau Cek Pelayanan Keimigrasian dan Lalulintas Penumpang di Pelabuhan Dumai
Jalin Silaturahmi, Karutan Dumai Kunjungi Wali Kota Dumai
Kepolisian Daerah Riau Tinjau Jembatan Rusak di Dumai dan Segera di Perbaikan
Satpol PP Bubarkan Secara Paksa Pasangan Muda – Mudi di Varia Salon
114 PMI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Pelabuhan Dumai
Kunjungan Yayasan Karyawan Muslim [YKM] Wilmar Safary Ramhadan di Mushalla Alhijrah Teluk Makmur
Palak Supir Truk, 3 Pelaku Disergap Tim Raga Polres Dumai
HUT Damkar ke-107 Dilaksanakan Sederhana Dengan Berbuka Puasa Bersama

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 08:43 WIB

Kanwil Imigrasi Riau Cek Pelayanan Keimigrasian dan Lalulintas Penumpang di Pelabuhan Dumai

Senin, 2 Maret 2026 - 08:33 WIB

Jalin Silaturahmi, Karutan Dumai Kunjungi Wali Kota Dumai

Senin, 2 Maret 2026 - 05:50 WIB

Kepolisian Daerah Riau Tinjau Jembatan Rusak di Dumai dan Segera di Perbaikan

Senin, 2 Maret 2026 - 05:35 WIB

Satpol PP Bubarkan Secara Paksa Pasangan Muda – Mudi di Varia Salon

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:18 WIB

114 PMI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Pelabuhan Dumai

Berita Terbaru

Berita

Jalin Silaturahmi, Karutan Dumai Kunjungi Wali Kota Dumai

Senin, 2 Mar 2026 - 08:33 WIB

Berita

114 PMI Dideportasi dari Malaysia, Tiba di Pelabuhan Dumai

Minggu, 1 Mar 2026 - 14:18 WIB