DUMAI – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya dilakukan melalui patroli dan penanganan di lapangan. Kesadaran masyarakat menjadi salah satu kunci untuk memutus potensi kebakaran sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Tim Mabes TNI saat memberikan penyuluhan Karhutla kepada jemaat Gereja AKBP Kota Dumai, Minggu (6/9/2026). Edukasi ini menitikberatkan pada pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah munculnya titik api di tengah kondisi cuaca yang rawan.
Penyuluhan disampaikan Letkol Lek H. Saragih. Dalam kegiatan tersebut, jamaah diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan Karhutla, termasuk pentingnya tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca dapat meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Pesan pencegahan dinilai penting karena upaya memadamkan kebakaran setelah api membesar membutuhkan penanganan yang jauh lebih kompleks. Karena itu, kepedulian masyarakat di tingkat lingkungan menjadi bagian penting dalam upaya mengantisipasi munculnya kebakaran.
Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti 84 peserta. Mereka terdiri dari dua orang pendeta dan 82 jemaat Gereja AKBP Kota Dumai.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias. Selain mendapatkan edukasi mengenai pencegahan Karhutla, mereka juga diajak memahami pentingnya menjaga lingkungan serta mengambil peran ketika menemukan potensi ancaman kebakaran.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Mabes TNI mendorong terbentuknya kesadaran bersama antara aparat dan masyarakat dalam mencegah Karhutla.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi diwujudkan melalui kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
Dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, upaya pencegahan Karhutla di Kota Dumai diharapkan dapat dilakukan lebih dini sehingga ancaman kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan.







