Eksekusi Tanah Dipersoalkan, Datuk Zamhur Tempuh Jalur Hukum

- Penulis

Selasa, 5 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DUMAI — Datuk Seri Zamhur Egab Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Dumai resmi mengajukan gugatan perlawanan (verzet) terhadap penetapan eksekusi yang diajukan oleh Hotmasi Panggabean melalui Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Dumai.

Gugatan ini diajukan melalui kuasa hukumnya, Raja Junaidi, SH dan Indrayadi, SH, MM dari Kantor Advokat & Konsultan Hukum yang berkedudukan di Jalan Ombak/Hasanudin No. 8A, Dumai.

Dalam perkara tersebut, Zamhur menggugat perlawanan atas objek sebidang tanah seluas sekitar 20.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Arifin Ahmad, RT 03, Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai. Objek tersebut diklaim secara sah berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 895 tertanggal 20 September 1984 atas nama Zamhur.

Zamhur melalui kuasa hukumnya menyampaikan bahwa proses eksekusi yang diajukan oleh pihak pemohon (Hotmasi Panggabean) cacat hukum karena tidak memperhatikan hak kepemilikan yang sah atas tanah tersebut.

“Kami telah mengajukan gugatan perlawanan secara resmi ke Pengadilan Negeri Dumai. Yang perlu digarisbawahi adalah sertifikat hak milik klien kami tidak pernah dibatalkan dan masih sah serta diakui oleh negara. Oleh karena itu, rencana eksekusi atas objek tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum dan hak konstitusional dari pemilik tanah,” tegas Raja Junaidi MM, kuasa hukum Zamhur, Senin (5/8/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upaya eksekusi tersebut tidak dapat serta-merta dilakukan, terlebih adanya konflik kepemilikan atas tanah yang belum diputus secara final dan mengikat.

“Kami juga mencatat bahwa proses Aanmaning (teguran eksekusi) yang diajukan oleh pihak pemohon sebelumnya bahkan ditolak oleh pengadilan. Ini menunjukkan ada keraguan hukum yang signifikan dalam perkara ini. Maka dari itu, perlawanan ini adalah bentuk perlindungan terhadap hak klien kami yang sah secara hukum,” tambah Raja Junaidi.

Objek tanah yang menjadi sumber sengketa tersebut berbatasan dengan tanah milik Mat Atoi di sebelah utara, Jalan Pakning–Dumai di selatan, tanah Alwi di barat, dan tanah Egab Malik di sebelah timur, dengan ukuran terakhir 71 x 263 meter akibat pelebaran jalan di tahun 1992.

Gugatan perlawanan ini menjadi penting untuk menguji keabsahan proses eksekusi dan legalitas kepemilikan objek tanah. Proses persidangan diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum serta perlindungan terhadap hak kepemilikan yang sah di mata hukum. (Rls)

Editor : Feri Windria

Berita Terkait

Gerakkan Masyarakat Hidup Sehat, Dinkes Dumai Gencarkan Edukasi di Puskesmas Purnama
Event Melayu Expo 2026 Terget Sepuluh Ribu Bertanjak Didukung LAMR Riau
Kapolres Padang Lawas Pimpin Upacara Pelantikan Enam Pejabat Polres 
Dinas PU Kota Dumai Menghadiri Rapat Koordinasi Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit Bidang Infrastruktur Tahun 2026
211 Calon Haji Ikuti Manasik Haji Akbar dan Tepung Tawar 
Penanaman Mangrove Semarakkan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana di Rupat Utara
FMPKSU Minta Kejari Serius Menangani Dugaan Korupsi Dana BOK dan Dana Kapitasi BPJS Puskesmas Sihapas Barumun
301 Siswa/i Kelas XII SMAN 1 Barumun Dilepas

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 11:21 WIB

Gerakkan Masyarakat Hidup Sehat, Dinkes Dumai Gencarkan Edukasi di Puskesmas Purnama

Senin, 20 April 2026 - 11:15 WIB

Event Melayu Expo 2026 Terget Sepuluh Ribu Bertanjak Didukung LAMR Riau

Senin, 20 April 2026 - 10:40 WIB

Kapolres Padang Lawas Pimpin Upacara Pelantikan Enam Pejabat Polres 

Senin, 20 April 2026 - 10:23 WIB

Dinas PU Kota Dumai Menghadiri Rapat Koordinasi Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit Bidang Infrastruktur Tahun 2026

Senin, 20 April 2026 - 09:46 WIB

211 Calon Haji Ikuti Manasik Haji Akbar dan Tepung Tawar 

Berita Terbaru

Berita

211 Calon Haji Ikuti Manasik Haji Akbar dan Tepung Tawar 

Senin, 20 Apr 2026 - 09:46 WIB