TOJO UNA-UNA — Ketegasan Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una (Touna) dalam memerangi narkotika membuahkan hasil nyata.
Dalam kurun waktu satu minggu, aparat kepolisian sukses menggulung lima kasus peredaran barang haram tersebut di wilayah hukum Touna.
Prestasi ini langsung mendapat apresiasi tinggi dari Ketua Posbakumadin Touna, Advokat Nasrun, S.H. Ia menilai keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Polres Touna sangat serius dalam mengikis habis jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.
“Ini pencapaian yang sangat positif. Kami sangat menghargai kerja cepat, taktis, dan sikap profesional jajaran Polres Touna dalam menyapu bersih tindak pidana narkotika,” ujar Nasrun.
Rentetan pengungkapan kasus tersebut berimbas pada padatnya jadwal pendampingan hukum yang dilakukan oleh Posbakumadin Touna atas permintaan penyidik.
Langkah ini diambil guna menjamin hak-hak konstitusional para tersangka tetap terpenuhi selama proses hukum berjalan.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah rincian agenda pendampingan hukum maraton yang dilakukan oleh Posbakumadin Touna dalam sepekan terakhir:
Kamis, 14 Mei 2026: Memberikan bantuan hukum bagi seorang tersangka penyalahgunaan narkotika yang berasal dari Desa Uebone, Kecamatan Ampana Tete.
Senin, 11 Mei 2026: Mendampingi proses pemeriksaan hukum terhadap dua orang pemuda asal Desa Sumoli, Kecamatan Ratolindo.
Sabtu, 9 Mei 2026: Melakukan pendampingan hukum bagi pasangan suami istri yang terjerat kasus narkoba asal Desa Wakai, Kecamatan Una-Una.
Nasrun menambahkan, kerja keras Satresnarkoba Polres Touna ini patut diacungi jempol.
Pasalnya, instansi tersebut saat ini hanya diperkuat oleh 12 orang personel. Meski memiliki keterbatasan jumlah anggota dan harus mengover wilayah tugas yang sangat luas, hal itu terbukti tidak menjadi penghalang untuk meraih hasil yang maksimal.
Nasrun optimistis ketegasan kepolisian ini mampu menciptakan efek jera yang kuat bagi para pelaku serta memutus mata rantai peredaran narkoba di Touna.
Ia juga mengimbau warga agar tidak ragu melapor ke kantor polisi terdekat jika melihat aktivitas mencurigakan.
“Narkoba adalah musuh bersama. Kita semua harus kompak dan bersinergi untuk melawannya demi menyelamatkan masa depan daerah,” kunci Nasrun.







