DUMAI – Kerusakan Jalan PU Lama di Kelurahan Lubuk Gaung, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, mendorong tiga perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut untuk mengambil bagian dalam perbaikan infrastruktur melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ketiga perusahaan itu yakni PT Sumber Tani Agung (STA), PT Agro Murni, dan PT Sari Dumai Oleo (SDO). Mereka menyalurkan dana CSR untuk memperbaiki ruas Jalan PU Lama sepanjang sekitar 117 meter yang berada di antara RT 15 dan RT 16.
Ruas jalan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan berupa lubang dan permukaan yang tidak rata. Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas kendaraan perusahaan yang melintas di kawasan tersebut.
Humas PT Sari Dumai Oleo (SDO), Zulfahmi, saat diwawancarai pada Rabu (16/9/2026), mengatakan percepatan perbaikan dilakukan seiring meningkatnya mobilisasi armada perusahaan.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak dapat memengaruhi kelancaran operasional, terutama aktivitas pengangkutan barang dan distribusi hasil produksi.
“Upaya percepatan perbaikan kami lakukan karena mobilisasi armada perusahaan meningkat. Selain itu, kami juga ingin menghindari terjadinya konflik antara perusahaan dan masyarakat,” ungkap Zulfahmi.
Ia mengatakan keterlibatan perusahaan dalam perbaikan jalan tersebut juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar, khususnya masyarakat yang bermukim di RT 15 dan RT 16.
Zulfahmi menuturkan, meskipun ruas Jalan PU Lama tersebut merupakan bagian dari infrastruktur publik yang berada dalam kewenangan pemerintah daerah, perusahaan memilih mengambil inisiatif untuk membantu penanganan kerusakan jalan.
Langkah tersebut, kata dia, diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung kelancaran aktivitas perusahaan.
“Kami berharap perbaikan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan juga kelancaran operasional perusahaan. Ini adalah bentuk tanggung jawab sosial kami terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.
Perbaikan jalan mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga berharap kondisi ruas jalan menjadi lebih baik sehingga akses transportasi dan keselamatan pengguna jalan dapat meningkat.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap Pemerintah Kota Dumai tetap memberikan perhatian terhadap infrastruktur di wilayah tersebut. Dengan demikian, penanganan kerusakan jalan tidak hanya bergantung pada kontribusi perusahaan melalui program CSR.
Pihak perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui program CSR di lingkungan sekitar. Kontribusi tersebut disebut tidak terbatas pada pembangunan atau perbaikan infrastruktur, tetapi juga mencakup bidang pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat.
Perbaikan Jalan PU Lama menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam menangani kebutuhan infrastruktur di lingkungan sekitar.
Selanjutnya, keberlanjutan kondisi jalan tetap memerlukan perhatian pemerintah daerah, khususnya dalam aspek pemeliharaan dan penanganan infrastruktur publik.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, perbaikan yang dilakukan diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan kerusakan saat ini, tetapi juga menjaga akses jalan tetap layak digunakan dalam jangka panjang.
Kalau Anda mau, saya juga bisa mengubahnya menjadi gaya berita media online yang lebih “nendang”, dengan judul clickable tetapi tetap aman secara jurnalistik.







