Desa Jake Diuji Menjadi Benteng Perlawanan terhadap Narkoba, Tim Polda Riau Lakukan Penilaian Kampung Tangguh Anti Narkoba

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUANTAN SINGINGI – Di tengah ancaman narkotika yang terus mengintai generasi muda hingga pelosok desa, Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, menunjukkan tekadnya untuk tidak sekadar menjadi penonton. Desa yang berada di jantung Kabupaten Kuantan Singingi ini kini tengah meneguhkan diri sebagai benteng pertahanan sosial melalui Program Kampung Tangguh Anti Narkoba.

Komitmen tersebut mendapat perhatian dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau. Pada Selasa (23/6/2026) malam, tim penilai dari Ditresnarkoba Polda Riau hadir di Aula Serbaguna Desa Jake untuk melakukan penilaian sekaligus melihat secara langsung sejauh mana semangat dan kesiapan masyarakat dalam memerangi bahaya narkotika.

Tim yang dipimpin oleh AKBP Edi Munawar, SH, MH, selaku Plh Kabag Wasidik Ditresnarkoba Polda Riau, bersama sejumlah personel penilai lainnya, disambut oleh Kasat Resnarkoba Polres Kuantan Singingi AKP Hasan Basri, SH, MH, Kepala Desa Jake Mariantoni, S.Ag, perangkat desa, pemuda, Duta Anti Narkoba, serta masyarakat setempat.

Kehadiran tim bukan sekadar menilai kelengkapan administrasi atau program yang telah dijalankan. Lebih dari itu, penilaian tersebut menjadi cermin untuk melihat apakah semangat melawan narkoba benar-benar telah tumbuh dan berakar di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam arahannya, tim penilai menekankan bahwa perang melawan narkoba tidak cukup dilakukan melalui penindakan hukum semata. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masyarakat desa. Kampung Tangguh Anti Narkoba harus menjadi ruang edukasi, ruang pengawasan, sekaligus ruang kebersamaan yang mampu menutup celah masuknya peredaran narkotika.

Desa, menurut tim penilai, harus menjadi pagar pertama yang melindungi generasi muda dari pengaruh barang haram tersebut. Ketika masyarakat bergerak bersama, narkoba akan kehilangan ruang untuk berkembang.

Suasana penilaian berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Selain pemaparan program dan dialog, kegiatan juga dirangkai dengan pertandingan domino yang melibatkan perangkat desa, pemuda, Duta Anti Narkoba, serta personel Sat Resnarkoba Polres Kuansing. Aktivitas sederhana itu menjadi simbol bahwa membangun ketahanan sosial tidak selalu dilakukan melalui forum resmi, tetapi juga melalui kebersamaan yang memperkuat ikatan antarwarga.

Kasat Resnarkoba Polres Kuansing AKP Hasan Basri menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah Kampung Tangguh Anti Narkoba tidak diukur dari banyaknya slogan yang dipasang, melainkan dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya dari ancaman narkotika.

“Ketika masyarakat memiliki kepedulian dan keberanian untuk bersama-sama menjaga kampungnya, maka upaya pemberantasan narkoba akan menjadi lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Penilaian yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB tersebut berjalan aman dan kondusif. Di balik kegiatan itu tersimpan harapan besar, bahwa Desa Jake tidak hanya menjadi peserta dalam penilaian, tetapi juga mampu menjadi contoh bagaimana sebuah desa dapat berdiri tegak sebagai benteng terakhir yang menjaga masa depan generasi muda dari jerat narkotika.

Sebab pada akhirnya, melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Ia adalah tanggung jawab bersama. Dan di Desa Jake, semangat perlawanan itu sedang ditanam, dirawat, dan diperkuat demi masa depan yang lebih baik. (Red)

Berita Terkait

BREAKING NEWS: Truk Tangki CPO Tabrak Truk Mogok di Jalan Kebun Dumai, Minyak Tumpah Picu Kemacetan Panjang
Kejari Dumai Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Kinerja Pembinaan dan Penanganan Perkara Pidana Umum
Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Moh. Hidayat B. Ayahu Laporkan ke Polres Tojo Una-Una
Kepala SMPN 1 Dumai Tegaskan Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Tidak Benar, Erwin Sitompul Sebut Proses Audit Masih Berlangsung
Dugaan Illegal Logging di Sungai Sembilan Disorot, Mampukah Kapolres Dumai Mengungkap Aktor di Baliknya?
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolsek Rupat Utara Hadiri Penanaman Jagung Pipil di Desa Kadur
Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN, 13 Orang Dikabarkan Dilepas, Publik Menanti Penjelasan
Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BREAKING NEWS: Truk Tangki CPO Tabrak Truk Mogok di Jalan Kebun Dumai, Minyak Tumpah Picu Kemacetan Panjang

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Kejari Dumai Lantik Dua Pejabat Baru, Perkuat Kinerja Pembinaan dan Penanganan Perkara Pidana Umum

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan, Moh. Hidayat B. Ayahu Laporkan ke Polres Tojo Una-Una

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Kepala SMPN 1 Dumai Tegaskan Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Tidak Benar, Erwin Sitompul Sebut Proses Audit Masih Berlangsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Dugaan Illegal Logging di Sungai Sembilan Disorot, Mampukah Kapolres Dumai Mengungkap Aktor di Baliknya?

Berita Terbaru