Kreatif, STPK Matauli Ubah Limbah Cangkang Mollusca Jadi Filter Mikroplastik untuk Warga Hutanabolon

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPANULI TENGAH – Masalah penurunan kualitas air bersih pascabanjir kini mendapatkan solusi inovatif dan ramah lingkungan. Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli, melalui Tim TCWC bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), sukses menggelar sosialisasi teknologi tepat guna di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis (18/6/2026).

​Dalam kegiatan yang digelar di salah satu rumah warga tersebut, Tim STPK Matauli memperkenalkan inovasi filter mikroplastik berbasis limbah cangkang mollusca (kerang-kerangan) laut.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Lurah Hutanabolon beserta perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, warga setempat, serta Dosen Pembimbing Tim TCWC, Fiki Harjuni, S.Pi., M.Si.

Solusi Sederhana Skala Rumah Tangga
​Sosialisasi ini menjadi langkah nyata dalam mengedukasi masyarakat menghadapi tantangan kualitas air pascabanjir. Seperti diketahui, banjir sering kali menurunkan mutu sumber air yang digunakan warga sehari-hari, termasuk air sumur bor.

​Marta Lauwo, Ketua Tim TCWC, menjelaskan bahwa ancaman mikroplastik kini telah menjadi perhatian global karena berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu kesehatan manusia jika masuk ke dalam tubuh.

​”Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya mikroplastik yang dapat mencemari sumber air. Kami memperkenalkan inovasi filter berbasis limbah cangkang mollusca laut sebagai solusi sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah tangga,” ujar Marta.

​Marta menambahkan, pemanfaatan limbah cangkang hewan laut ini memiliki fungsi ganda.

Selain efektif menyaring air, inovasi ini juga membantu mengurangi tumpukan sampah cangkang yang selama ini belum dimanfaatkan optimal di wilayah pesisir.

​Tak sekadar memberikan teori, Tim TCWC yang beranggotakan Mhd. Arif Maulana, Salwa Nabila, dan Annisa Aula Putri juga melakukan demonstrasi langsung. Warga diajarkan cara merakit, memasang, merawat, hingga mengganti media filtrasi secara berkala agar alat tersebut bisa berfungsi optimal dalam jangka panjang.

​Sesi diskusi interaktif pun berlangsung hangat. Warga Kelurahan Hutanabolon sangat antusias melontarkan berbagai pertanyaan terkait problem air sumur bor mereka pascabencana.

​Dosen Pembimbing Tim TCWC, Fiki Harjuni, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

​”Permasalahan kualitas air pascabanjir memerlukan perhatian bersama. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya meneliti, tetapi juga mentransformasikan hasilnya dalam bentuk teknologi tepat guna yang mudah diterapkan. Kami berharap inovasi ini menjadi alternatif solusi yang bermanfaat sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan,” tutur Fiki.

​Pemilihan Kelurahan Hutanabolon sebagai lokasi pengabdian dinilai sangat tepat. Kondisi geografis wilayah yang baru terdampak banjir membuat edukasi teknologi filtrasi ini menjadi langkah preventif yang krusial bagi kesehatan masyarakat.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program KPP Mining in Action 2 Tahun 2026. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, inovasi teknologi, serta pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dunia pendidikan dan stakeholder terkait.

​Selain itu, Marta dan tim menambahkan bahwa program ini turut mendukung pencapaian tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), diantaranya SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDGs 14 (Ekosistem Lautan).
(ASWIN)

Berita Terkait

YLBH MAPAN Siap Ajukan Class Action Terkait Semrawutnya Tiang dan Kabel Fiber Optik, Warga Tuntut Penertiban Total
Polres Dumai Gelar Upacara Ziarah di Makam Pahlawan Damai Sentosa Kota Dumai Peringati Hari Bhayangkara ke-80
Polres Dumai Raih Penghargaan Terbaik III Pengelolaan BMN pada Seroja Awards KPKNL Dumai 2026
Bintal Rohani Islam Kodam XIX/TT Perkuat Mental Spiritual Prajurit dan Keluarga TNI di Kodim 0320/Dumai
PT Pelabuhan Dumai Berseri Bakal Mengelar Sunat Massal Gratis Untuk Ratusan Anak
Polsek Hulu Kuantan Cup I Resmi Ditutup, Desa Serosah Raih Gelar Juara Putri
Adi Aman Nasution Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua KNPI Padang Lawas
Menyoal Bungkamnya Jurnalis MoU : Berbayar Mahal Tak Berkutik Hadapi Badai Isu
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:11 WIB

YLBH MAPAN Siap Ajukan Class Action Terkait Semrawutnya Tiang dan Kabel Fiber Optik, Warga Tuntut Penertiban Total

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:21 WIB

Polres Dumai Gelar Upacara Ziarah di Makam Pahlawan Damai Sentosa Kota Dumai Peringati Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:16 WIB

Polres Dumai Raih Penghargaan Terbaik III Pengelolaan BMN pada Seroja Awards KPKNL Dumai 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:20 WIB

Bintal Rohani Islam Kodam XIX/TT Perkuat Mental Spiritual Prajurit dan Keluarga TNI di Kodim 0320/Dumai

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:11 WIB

PT Pelabuhan Dumai Berseri Bakal Mengelar Sunat Massal Gratis Untuk Ratusan Anak

Berita Terbaru