Skandal dana BUMDES Kajulangko: Perwakilan Warga Bongkar Borok Pemerintah Desa, Dana Raib Dimakan Tikus-Tikus Nakal!

- Penulis

Senin, 13 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAJULANGKO – Gelombang tuntutan keadilan di Desa Kajulangko semakin memanas.

Perwakilan masyarakat yang mengawal investigasi ini, berinisial A, akhirnya angkat bicara di hadapan awak media pada Senin (13/07/2026).

Dengan nada geram, A membeberkan seluruh bukti kejanggalan pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang diduga kuat telah raib dimakan oleh tikus-tikus nakal yang bersembunyi di dalam pemerintahan desa.

Dalam konferensi pers dadakan tersebut, A menegaskan bahwa investigasi mandiri yang dilakukan bersama warga telah menemukan titik terang mengenai mandeknya program pemberdayaan ekonomi.

Proyek pengadaan bibit bawang merah yang bersumber dari Dana Desa untuk para petani terbukti carut-marut dan tidak menyentuh sasaran yang seharusnya.

Warga melihat dengan jelas bahwa anggaran komoditas pangan ini sengaja dilesapkan hingga habis tak bersisa ke kantong para tikus berdasi tersebut.

“Kami tidak bisa lagi tinggal diam melihat hak-hak masyarakat tani dirampas. Investigasi kami di lapangan menunjukkan adanya ketidakberesan yang nyata.

Uang rakyat dan dana BUMDES kita raib dimakan tikus-tikus nakal! Ke mana anggaran bibit bawang merah itu mengalir?” ujar A dengan nada tinggi di hadapan wartawan, Senin (13/7/’26).

Lebih lanjut, A juga menelanjangi alibi pemerintah desa terkait nihilnya Pendapatan Asli Desa (PADes) dari sektor unit usaha BUMDES, khususnya penyewaan tenda dan musik elektron.

A menilai, jawaban pemerintah desa yang berdalih bahwa seluruh keuntungan habis hanya untuk biaya perawatan fasilitas selama tahun 2023 hingga 2025 adalah penghinaan terhadap logika berpikir masyarakat.

Menurut A, aset yang dibeli menggunakan uang rakyat tersebut intensitas penyewaannya sangat tinggi, sehingga sangat tidak masuk akal jika seluruh pendapatannya lenyap tanpa sisa hanya untuk urusan pemeliharaan.

Warga mencium ada upaya sistematis untuk memanipulasi laporan keuangan demi menyembunyikan aksi serakah para tikus desa tersebut.

“Jawaban bahwa hasil sewa tenda dan musik elektron habis untuk biaya perawatan itu sangat tidak masuk akal! Ini alibi yang dipaksakan untuk menutupi dana yang digerogoti tikus-tikus nakal.

Kami menuntut pemerintah desa membuka pembukuan secara transparan dari tahun 2023 sampai 2025. Jangan jadikan ‘biaya perawatan’ sebagai tameng!” tegas A menyuarakan kemarahan warga.

Pernyataan resmi dari perwakilan masyarakat ini menjadi sinyal kuat bahwa warga Kajulangko tidak akan mundur selangkah pun. A menyatakan bahwa jika pemerintah desa tidak segera memberikan transparansi dan pertanggungjawaban publik yang konkret dalam waktu dekat, seluruh hasil investigasi warga ini akan resmi diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk menyeret para tikus nakal tersebut ke meja hijau.

Pewarta: Ahmad Tuliabu

Redaksi : Feri windria

Berita Terkait

Kepala SMPN 1 Dumai Tegaskan Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Tidak Benar, Erwin Sitompul Sebut Proses Audit Masih Berlangsung
Dugaan Illegal Logging di Sungai Sembilan Disorot, Mampukah Kapolres Dumai Mengungkap Aktor di Baliknya?
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolsek Rupat Utara Hadiri Penanaman Jagung Pipil di Desa Kadur
Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN, 13 Orang Dikabarkan Dilepas, Publik Menanti Penjelasan
Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD
Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya
Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker
Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Kepala SMPN 1 Dumai Tegaskan Dugaan Penyimpangan Dana BOSP Tidak Benar, Erwin Sitompul Sebut Proses Audit Masih Berlangsung

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Dugaan Illegal Logging di Sungai Sembilan Disorot, Mampukah Kapolres Dumai Mengungkap Aktor di Baliknya?

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Kapolsek Rupat Utara Hadiri Penanaman Jagung Pipil di Desa Kadur

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Operasi Gabungan Polres Touna dan BNN, 13 Orang Dikabarkan Dilepas, Publik Menanti Penjelasan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD

Berita Terbaru