DUMAI – Peristiwa ledakan hebat yang kembali mengguncang Kilang Pertamina Dumai pada Rabu malam (2/9/2026) sekitar pukul 22.53 WIB menuai reaksi keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat Ikatan Pemuda Teratai Dumai (LSM IPTD). Insiden berulang tersebut dinilai kian memperparah krisis keselamatan dan kenyamanan warga yang bermukim di sekitar kawasan industri vital tersebut, dan Masyarakat Dumai Umum nya.
Ketua LSM IPTD, Arif Tera : menegaskan bahwa rentetan insiden dari sektor migas ditambah buruknya tata kelola infrastruktur kelistrikan telah menempatkan warga pada tingkat kecemasan yang konstan.
“Keberadaan Pertamina & PLN membuat masyarakat Dumai hidup dalam kewaspadaan,” tegas Ketua LSM IPTD, Arif Tera.
“Ledakan Berulang di Kilang Pertamina.”
Kepanikan warga pada Rabu malam dipicu oleh dentuman keras yang berasal dari area Kilang Pertamina Dumai. Getaran dan suara ledakan yang terdengar hingga radius beberapa kilometer tersebut menambah panjang daftar insiden serupa yang pernah terjadi sebelumnya.
Arif Tera menilai belum ada langkah mitigasi permanen atau penataan zona aman (*buffer zone*) yang memadai dari pihak pengelola kilang. Karena mungkin ini sering dilakukan kegiatan/aksi yang meninabobokkan suatu keadaan. Sehingga kondisi ini membuat warga sekitar merasa taruhan keselamatan jiwa mereka terabaikan setiap kali operasional industri mengalami gangguan teknis.
Tak hanya isu kilang, LSM IPTD juga menyoroti kinerja PT PLN (Persero) di Kota Dumai. Dua persoalan utama yang dikeluhkan meliputi:
Minimnya Penerangan Jalan Umum: Banyak ruas jalan di Dumai yang gelap saat malam hari, memperbesar risiko kecelakaan lalu lintas dan potensi kejahatan.
“Kabel Semrawut dan Menjuntai” : Pemandangan kabel listrik yang berserakan serta menggantung rendah di berbagai sudut pemukiman dianggap sangat berbahaya, terutama saat cuaca ekstrem atau hujan deras.
Atas rentetan persoalan ini, LSM IPTD mendesak Kementerian BUMN, Pemerintah Kota Dumai, serta manajemen pusat dari Pertamina dan PLN untuk segera turun tangan melakukan evaluasi total.
IPTD menuntut adanya investigasi transparan atas ledakan Rabu malam, penetapan jarak aman kilang dengan pemukiman, serta pembenahan jaringan kabel dan penerangan kota demi menjamin hak dasar warga Dumai atas rasa aman. Tutup Arif Tera







