DUMAI – Aksi dugaan pembegalan kembali meresahkan masyarakat Kota Dumai. Kali ini, seorang warga dilaporkan menjadi korban penyerangan dan perampasan saat melintas di Jalan Ubi-Ubi, arah Kelurahan Purnama, sekitar pukul 00.00 WIB, Kamis (6/11/2026) dini hari.
Dalam informasi yang beredar, korban mengalami kekerasan fisik setelah diduga dihantam pada bagian mata dan perut oleh pelaku. Bahkan, pakaian korban dilaporkan koyak akibat terkena senjata tajam (sajam).
Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran masyarakat, terutama warga yang kerap melintasi jalur Jalan Ubi-Ubi pada malam hari.
Selain mengalami dugaan tindak kekerasan, korban juga kehilangan sebuah tas merek CAMO. Di dalam tas tersebut terdapat dompet berwarna hitam yang berisi uang tunai serta sejumlah kartu penting, di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan kartu BPJS atas nama Daviq Rizieq.
Pihak korban berharap masyarakat yang menemukan tas maupun dompet tersebut dapat memberikan informasi agar barang-barang yang hilang, khususnya dokumen penting, bisa dikembalikan.
Peristiwa ini sekaligus kembali menyoroti kondisi penerangan jalan di kawasan Jalan Ubi-Ubi menuju Purnama yang dikeluhkan minim lampu penerangan.
Kondisi jalan yang gelap pada malam hari dinilai dapat meningkatkan kerawanan dan membuat masyarakat merasa tidak aman saat melintas. Warga pun berharap persoalan penerangan jalan tidak terus dibiarkan hingga muncul korban berikutnya.
Masyarakat meminta Pemerintah Kota Dumai melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan pengecekan dan mengaktifkan kembali lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang ruas Jalan Ubi-Ubi.
Keselamatan masyarakat seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah. Penerangan jalan bukan sekadar fasilitas pelengkap infrastruktur, melainkan salah satu kebutuhan dasar untuk menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Warga berharap pemerintah tidak hanya merespons setelah terjadi peristiwa kriminal, tetapi juga mengambil langkah pencegahan melalui perbaikan fasilitas penerangan dan peningkatan pengawasan di kawasan yang dinilai rawan.
Di sisi lain, aparat kepolisian diharapkan segera menelusuri informasi kejadian tersebut, mengidentifikasi pelaku, serta meningkatkan patroli pada jam-jam rawan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati ketika melintasi kawasan tersebut pada malam hari, terutama saat kondisi jalan sepi dan minim penerangan.
Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban, sementara persoalan penerangan jalan yang dikeluhkan tak kunjung mendapat penanganan. Warga Dumai berhak mendapatkan rasa aman saat menggunakan fasilitas jalan umum.
sumber : Facebook Herry Cover
Editor : Feri Windria







