DUMAI – Kota Dumai bersiap menjadi pusat perhatian dalam deklarasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Riau Pesisir. Sebanyak 25 ribu orang ditargetkan menghadiri deklarasi akbar yang dijadwalkan berlangsung di Taman Bukit Gelanggang, Kota Dumai, Selasa (10/11/2026).
Mengusung tema “Deklarasi Provinsi Riau Pesisir Ibu Kota Dumai”, kegiatan ini menjadi momentum penyampaian aspirasi masyarakat pesisir Riau untuk mendorong pembentukan provinsi baru, sekaligus mengusulkan Kota Dumai sebagai calon ibu kota.
Target kehadiran 25 ribu massa menjadi salah satu perhatian utama panitia. Melalui slogan “Riau Pesisir, Harapan Baru Masyarakat! Mari Bersama 25 Ribu Orang Mengukir Sejarah”, deklarasi tersebut diharapkan menjadi wadah konsolidasi berbagai elemen masyarakat yang mendukung gagasan pemekaran wilayah.
Penempatan Dumai sebagai calon ibu kota menjadi bagian penting dari perjuangan tersebut. Jika pembentukan Provinsi Riau Pesisir nantinya mendapatkan persetujuan pemerintah sesuai ketentuan perundang-undangan, Dumai diharapkan dapat menjadi pusat pemerintahan provinsi baru.
Namun, pembentukan DOB tidak cukup hanya dengan deklarasi dan dukungan massa. Aspirasi tersebut harus ditindaklanjuti melalui kajian kelayakan, pemenuhan persyaratan administratif, dukungan daerah terkait, serta mekanisme persetujuan pemerintah sesuai peraturan yang berlaku.
Berdasarkan susunan acara panitia, kegiatan dimulai pukul 13.00 WIB dengan pertunjukan seni dan budaya, meliputi sastra air mata, musik ketawak, kompang, tari persembahan, hingga pertunjukan sastra.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, Kalam Ilahi, serta laporan ketua panitia.
Sejumlah agenda utama turut dijadwalkan, di antaranya sambutan Wali Kota Dumai atau perwakilannya, sambutan Ketua BP DOB Riau Pesisir, serta orasi perjuangan.
Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pukul 15.10 WIB melalui pembacaan naskah deklarasi, dilanjutkan penandatanganan berita acara dan penyerahan mandat.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan hiburan serta persembahan seni budaya dari 17 suku yang ada di Kota Dumai sebagai gambaran keberagaman masyarakat.
Dalam daftar undangan kehormatan, panitia mencantumkan sejumlah tokoh, di antaranya Drs. H. Zulkifli AS, M.Si., Ahmad Maritulius, S.H., Afrianto Kurniawan, S.H., M. Syahrir, serta H. Hasrizal dari DPRD Dumai.
Sementara itu, Chandra Abdul Gani, S.H., tercantum sebagai Ketua Panitia, Abdul Rahim, S.E., sebagai Sekretaris, Datuk Kamaruzaman sebagai Ketua Deklarasi, dan Datuk Maulana sebagai Ketua Pejuang DOB.
Pelaksanaan deklarasi juga melibatkan seniman, budayawan, serta tim kesenian dari 17 suku di Kota Dumai.
Besarnya target massa diharapkan tidak hanya menjadi ukuran kemeriahan kegiatan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperjelas arah perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir.
Sejumlah hal penting masih perlu disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, mulai dari cakupan wilayah yang direncanakan bergabung, hasil kajian kelayakan, kesiapan Dumai sebagai calon ibu kota, hingga tahapan administratif yang telah ditempuh.
Sebab, pembentukan provinsi baru merupakan proses panjang yang membutuhkan persyaratan hukum, dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, serta keputusan pemerintah pusat.
Pada Selasa, 10 November 2026, Taman Bukit Gelanggang akan menjadi tempat penyampaian aspirasi tersebut. Target 25 ribu peserta menjadi tantangan tersendiri bagi panitia.
Kini, perhatian publik tertuju pada pelaksanaan deklarasi dan langkah lanjutan yang akan ditempuh para pejuang DOB untuk membawa aspirasi pembentukan Provinsi Riau Pesisir ke tahapan yang lebih konkret.
Dumai mengusung harapan menjadi ibu kota. Namun, perjuangan menuju Provinsi Riau Pesisir masih membutuhkan proses panjang, kerja bersama, dan pemenuhan seluruh ketentuan perundang-undangan.







