Dugaan Penyimpangan Dana Desa Tongkabo Rp460 Juta, Warga Desak Bupati dan Kejari Touna Segera Bertindak

- Penulis

Sabtu, 7 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOJO UNA-UNA, SULTENG – Penanganan laporan dugaan penyimpangan Dana Desa (DD) dan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tongkabo, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), kembali menjadi sorotan masyarakat. Warga mendesak pemerintah daerah dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Touna segera memberikan kepastian hukum atas laporan penggunaan anggaran tahun 2023 hingga 2025 tersebut.

Nilai anggaran yang dipersoalkan dalam tiga laporan itu disebut mencapai lebih dari Rp460 juta. Dugaan penyimpangan mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pengadaan barang, ketahanan pangan, hingga pengelolaan anggaran BUMDes.

Persoalan yang dilaporkan antara lain dugaan kegiatan tidak terlaksana sesuai perencanaan, pekerjaan yang diduga tidak sesuai petunjuk teknis, serta persoalan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.

Dalam laporan tersebut, Kepala Desa Tongkabo, Faisal Ambololo, turut menjadi pihak yang diharapkan memberikan klarifikasi terkait pengelolaan anggaran yang dipersoalkan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan sejumlah aparat Pemerintah Desa Tongkabo bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejari Touna. Bahkan, pemeriksaan disebut telah berlangsung hingga dua kali.

Meski demikian, masyarakat masih menunggu perkembangan resmi penanganan laporan tersebut. Warga mempertanyakan apakah prosesnya masih menunggu audit Inspektorat atau penghitungan kerugian keuangan negara sebagai bagian dari pendalaman perkara.

Masyarakat Desak Bupati Segera Dorong Inspektorat Serahkan Hasil Audit ke APH

Masyarakat Tongkabo mendesak Bupati Tojo Una-Una agar segera mendorong Inspektorat menuntaskan audit dan menyerahkan hasilnya kepada Aparat Penegak Hukum (APH), khususnya Kejaksaan Negeri Tojo Una-Una.

Warga menilai hasil audit tersebut penting agar Kejaksaan dapat melakukan pendalaman dan menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap laporan dugaan penyimpangan anggaran desa tersebut.

Bahkan, muncul dugaan dan kecurigaan di tengah masyarakat terkait lambannya proses penyelesaian audit. Sejumlah warga mempertanyakan apakah terdapat persoalan dalam proses pemeriksaan Inspektorat, bahkan mencurigai kemungkinan adanya unsur main mata antara oknum pemeriksa dengan pihak terlapor.

Namun, dugaan tersebut masih sebatas kecurigaan masyarakat dan belum disertai bukti yang dapat memastikan adanya hubungan atau kesepakatan tertentu. Karena itu, warga meminta Inspektorat memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan audit agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Masyarakat juga berharap Bupati Touna tidak tinggal diam dan memastikan proses audit berjalan independen, objektif, serta tidak menghambat proses penegakan hukum.

Warga Minta Kajari Touna Berikan Kepastian Hukum

Pergantian pimpinan di lingkungan Kejari Touna juga diharapkan tidak menghambat keberlanjutan penanganan laporan masyarakat. Warga berharap Kajari yang baru memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Salah seorang warga Tongkabo berinisial R menyampaikan harapannya kepada awak media melalui sambungan WhatsApp, Selasa (3/11/2026).

“Kami berharap penanganan laporan dugaan penyimpangan Dana Desa Tongkabo segera menemukan titik terang. Kami meminta pihak terkait, baik Inspektorat maupun Kejaksaan Negeri Tojo Una-Una, agar segera menindaklanjuti persoalan ini sehingga masyarakat mendapatkan kepastian hukum,” ujar R.

Menurut warga, transparansi dalam penanganan laporan menjadi hal penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana proses pemeriksaan berjalan dan bagaimana tindak lanjut atas dugaan penyimpangan anggaran tersebut.

Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari Bupati Tojo Una-Una, Inspektorat, Kejari Touna maupun Kepala Desa Tongkabo, Faisal Ambololo, terkait perkembangan audit dan penanganan laporan tersebut.

Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab, untuk menjaga keberimbangan berita.

Pewarta: Ahmad Tuliabu

Berita Terkait

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Dumai Edukasi Siswa SMPN 3 dan Bagikan Helm Gratis
Pemko Dumai Terbaik se-Riau dalam Transformasi Digital 2026, Paisal: Bukan Sekadar Penghargaan!
Audit Dana Desa Katupat Menggantung, Kurniawan dan Hamka Desak Bupati Ilham Lawidu Turun Tangan
Kasus hibah pilkada Rp 40 miliar KPU Touna disorot, publik tagih kejelasan
Dumai Bidik Sejarah, 25 Ribu Massa Ditargetkan Hadiri Deklarasi Provinsi Riau Pesisir
Disdikbud Dumai Ukir Prestasi Gemilang, Raih Juara Umum I Apresiasi GTK Riau 2026
Dugaan Anggaran ART dan Satpam Rumah Jabatan Ketua DPRD Dumai Bermasalah, LSM MAUNG Desak Kejati Riau Turun Tangan
Kodim 0320/Dumai dan Dinsos Bergerak Cepat, Korban Puting Beliung di Teluk Makmur Terima Bantuan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 13:09 WIB

Dugaan Penyimpangan Dana Desa Tongkabo Rp460 Juta, Warga Desak Bupati dan Kejari Touna Segera Bertindak

Sabtu, 7 November 2026 - 12:35 WIB

Operasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Dumai Edukasi Siswa SMPN 3 dan Bagikan Helm Gratis

Sabtu, 7 November 2026 - 10:29 WIB

Pemko Dumai Terbaik se-Riau dalam Transformasi Digital 2026, Paisal: Bukan Sekadar Penghargaan!

Sabtu, 7 November 2026 - 09:55 WIB

Audit Dana Desa Katupat Menggantung, Kurniawan dan Hamka Desak Bupati Ilham Lawidu Turun Tangan

Sabtu, 7 November 2026 - 08:37 WIB

Kasus hibah pilkada Rp 40 miliar KPU Touna disorot, publik tagih kejelasan

Berita Terbaru