Alasan di Balik Riau Jadi Daerah dengan PHK Terbanyak

- Penulis

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto: Ilustrasi 

PEKANBARU  – Hingga Februari 2025 sudah ada sekitar 18 ribu lebih pekerja di Indonesia yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan PHK terjadi di 15 provinsi.

Sudah ada 18.610 orang tenaga kerja yang kehilangan pekerjaannya selama dua bulan pertama 2025. Ada tambahan sekitar 15.285 orang bila dibandingkan dengan data PHK Januari 2025 tercatat sebanyak 3.325 orang.

Tenaga kerja ter-PHK paling banyak terdapat di Provinsi Jawa Tengah yaitu sekitar 57,37% dari jumlah tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan yakni 18.610 orang. Lalu disusul Provinsi Riau dengan angka sekitar 3.500-an pekerja.

Berikut daftar pekerja yang kena PHK di sejumlah provinsi berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per Februari 2025:

1. Jawa Tengah 10.677 orang

2. Riau 3.530 orang

3. Jakarta 2.650 orang

4. Jawa Timur 978 orang

5. Banten 411 orang

6. Bali 87 orang

7. Sulawesi Selatan 77 orang

8. Kalimantan Tengah 72 orang

9. Kepulauan Riau 67 orang

10. Sumatera Selatan 25 orang

11. Jawa Barat 23 orang

12. Sulawesi Tenggara 6 orang

13. Bangka Belitung 3 orang

14. Sumatera Utara 2 orang

15. Sumatera Barat 2 orang.

Gubernur Riau Abdul Wahid mengungkap alasan ribuan pekerja di PHK di wilayahnya. Abdul Wahid mengatakan, PHK terbesar di Riau berasal dari perusahaan kelapa yang beroperasi di Indragiri Hilir.

“PHK itu akibat dari tersedianya bahan baku (kelapa). Setelah saya cek ke lapangan bukan semata-mata karena pengaruh ekspor, tapi produksi buah kelapa itu yang menurun,” ujar Gubernur, Selasa (8/4/2025).

Permasalahan terjadi karena produksi kelapa yang menurun drastis. Biasanya produksi 1 hektare mencapai 10 ribu buah, kini menurun drastis hingga 50 persen.

“Biasa 1 Ha sekitar 10 ribu kepala setiap panen, sekarang tinggal 4-5 ribu aja atau hampir 50 persen turun,” ucap Wahid.

Penyebab penurunan tak lain karena usia tanam kelapa. Saat ini, rata-rata usianya sudah 30-40 tahun hingga menyebabkan produktivitas tak maksimal.

Peringkat Ke-2 Pekerja Kena PHK, Pemprov Riau Siapkan Program Padat Karya

Tak hanya di lahan perusahaan, produksi kelapa dari rakyat juga menurun. Hal itu juga dipangaruhi kondisi alam yang tidak stabil.

“Saya lihat di lapangan rata-rata kelapa rakyat belum ada replanting karena usia 30, 34. Bahkan ada yang 40 tahun juga belum diremajakan dan ada juga akibat perubahan kondisi alam menyebabkan produktivitas terganggu karena selama ini tata kelola-nya tradisional,” kata Wahid.

Dalam tahap awal, Wahid akan memanggil perwakilan dari pemerintah di Kabupaten Indragiri Hilir dan pihak perusahaan. Salah satunya untuk mencari solusi dan mengajak tetap menjual panen kelapa ke dalam negeri agar tak berdampak PHK.

“Saya akan memanggil Pemkab Inhil dan pihak perusahaan yang menyebabkan terjadi PHK. Nanti kita cari jalan keluarnya, yang paling penting adalah mengajak tetap jual kelapa dalam negeri agar tidak terjadi PHK besar-besaran,” katanya.

Jumlah PHK dari perusahaan Sambu Grup sendiri mencapai 3 ribuan orang. Namun, sekitar 700-an pekerja sudah diperkerjakan kembali oleh perusahaan.

“Di PT Pulau Sambu itu hampir 2 ribu lebih, hampir 3 ribu (di PHK). Tapi sudah ditarik untuk dipekerjakan kembali sekitar 700-an. Kalau yang besar (PHK) itu PT Sambu saja. Kalau yang lain hanya ritel biasa saja,” kata Wahid.

Sumber : detik.com sumut

Editor : Feri windria

Berita Terkait

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD
Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya
Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker
Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi
BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar
Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan
Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi

Berita Terbaru