Dana Desa Tongkabo Disorot, Kejari Touna Dalami Dugaan Penyimpangan Lebih dari Rp460 Juta

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOJO UNA-UNA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tojo Una-Una tengah mendalami dugaan penyalahgunaan Dana Desa dan Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Tongkabo, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, untuk tahun anggaran 2023 hingga 2025.

Kasus tersebut mencuat setelah salah seorang aparat Desa Tongkabo berinisial MK membeberkan sejumlah dugaan penyimpangan kepada awak media. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tiga laporan yang telah masuk ke Kejari Tojo Una-Una dengan total anggaran yang menjadi sorotan disebut mencapai lebih dari Rp460 juta.

Dugaan penyimpangan tersebut mencakup sedikitnya 13 item kegiatan, mulai dari pembangunan infrastruktur, pengadaan barang, program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), ketahanan pangan hingga pengelolaan Dana BUMDes.

Sejumlah Kegiatan Dana Desa Disorot

Untuk tahun anggaran 2023–2024, terdapat sejumlah kegiatan Dana Desa dengan nilai anggaran yang menjadi sorotan mencapai sekitar Rp195.790.500.

Di antaranya pembangunan MCK PAUD senilai Rp39 juta dan pembangunan lapangan voli sebesar Rp62,9 juta yang dalam laporan disebut diduga tidak dilaksanakan sesuai gambar atau perencanaan kegiatan.

Selain itu, terdapat kegiatan PMT Stunting tahun 2023 senilai Rp13,5 juta yang dipersoalkan pelapor. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa hanya sekitar Rp1 juta yang disalurkan kepada Bidan Desa.

Pelapor disebut juga melampirkan rekaman pembicaraan dengan Bidan Desa berinisial R sebagai bagian dari bahan laporan yang disampaikan kepada aparat penegak hukum.

Tujuh Kegiatan Tahun 2024 Ikut Dilaporkan

Laporan berikutnya, yang disebut tertanggal 21 April 2025, merinci sejumlah kegiatan tahun anggaran 2024.

Di antaranya pembangunan Tanggul Penahan Ombak senilai Rp65,6 juta yang diduga tidak sesuai dengan bangunan yang direalisasikan.

Kemudian terdapat Rehab Jalan Usaha Tani senilai Rp161,5 juta yang dalam laporan disebut diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis.

Selain itu, Pengadaan Kabel Listrik senilai Rp32,9 juta juga menjadi sorotan karena disebut dalam laporan tidak dibelanjakan sebagaimana mestinya.

Laporan tersebut juga mempersoalkan dugaan mark-up harga material serta persoalan pembebasan lahan yang disebut tidak sesuai dengan NJOP.

Dana Ketahanan Pangan Rp77,3 Juta Dipertanyakan

Untuk tahun anggaran 2025, sorotan diarahkan pada Dana Ketahanan Pangan senilai sekitar Rp77,3 juta.

Dana tersebut disebut dialokasikan untuk pengadaan 4.000 ekor bibit ikan bobara dan tujuh unit perahu.

Namun, berdasarkan laporan yang diterima, kegiatan tersebut disebut belum terealisasi dan menjadi salah satu materi yang diminta untuk ditelusuri oleh aparat penegak hukum.

Dana BUMDes Rp160 Juta Juga Disorot

Tidak hanya Dana Desa, pengelolaan Dana BUMDes Desa Tongkabo sebesar Rp160 juta juga menjadi sorotan.

Dana tersebut diduga dikelola atau dipihakketigakan oleh pihak di luar pengurus BUMDes.

«“Dana BUMDes Rp160 juta itu dipihakketigakan. Dan bukan pengurus BUMDes yang mengelola anggaran tersebut,” ujar sumber internal desa.»

Dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen, keterangan para pihak, serta penelusuran aliran dana oleh aparat yang berwenang.

Kejari Menunggu Hasil Audit Inspektorat

Dalam perkembangan penanganan dugaan perkara tersebut, Kejaksaan Negeri Tojo Una-Una disebut masih menunggu hasil audit atau pemeriksaan dari Inspektorat Kabupaten Tojo Una-Una.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, hasil audit Inspektorat tersebut hingga saat ini belum diserahkan kepada pihak Kejaksaan Negeri Tojo Una-Una.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat mempertanyakan lambannya kepastian penanganan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tongkabo.

Masyarakat berharap Inspektorat dapat segera menyelesaikan proses pemeriksaan dan menyerahkan hasilnya kepada pihak yang berwenang, sehingga Kejaksaan dapat menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil audit tersebut.

«“Kejaksaan masih menunggu hasil audit dari Inspektorat. Sampai sekarang hasil audit belum juga di serahkan oleh inspektorat ke kejaksaan Tojo una-una.

Ahmad Tuliabu

Berita Terkait

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD
Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya
Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker
Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi
BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar
Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan
Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi

Berita Terbaru