Diduga Poligami Ilegal, Warga Batampolo kelurahan Dondo Dilaporkan ke Polres Touna

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto : ilustrasi

TOJO UNA-UNA – Kasus dugaan pernikahan tanpa izin resmi dan perbuatan zina kembali mencuat di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), Sulawesi Tengah.

Seorang pria warga Batampolo, Kelurahan Dondo, Kecamatan Ratolindo berinisial RL, resmi dilaporkan ke polisi oleh istri sahnya, NP (29), atas dugaan tindak pidana pernikahan tanpa izin.

Laporan resmi warga Desa Mantangisi tersebut dilayangkan ke Polres Tojo Una-Una melalui surat pengaduan bermeterai tertanggal 7 Juni 2026.

Dalam laporannya, NP menjerat suaminya dengan Pasal 402 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula pada Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 19.30 WITA. Saat itu, NP menerima informasi dari kerabat dekat bahwa suaminya berencana melangsungkan akad nikah kedua dengan seorang perempuan berinisial CN pada malam yang sama pukul 20.00 WITA.

NP menegaskan bahwa status pernikahannya dengan RL masih sah secara hukum maupun agama. Hingga saat ini, belum pernah ada putusan perceraian dari pengadilan.

“Saya dan suami belum terjadi perceraian. Rencana menikah lagi dengan perempuan lain itu jelas melanggar hukum,” tegas NP
dalam isi laporannya.

Tuntut Keadilan dan Serahkan Bukti
Dalam aduannya, NP meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional.

Sebagai penguat laporan, ia juga telah menyerahkan sejumlah alat bukti dokumen penting kepada petugas.

“Pelapor sudah melampirkan bukti berupa fotokopi buku nikah sah serta Kartu Keluarga (KK) yang membuktikan ikatan pernikahan mereka masih berjalan,” ujar sumber di Polres Touna.

Ancaman Hukuman

Merujuk pada Pasal 402 KUHP UU Nomor 1 Tahun 2023, tindakan pelaku yang melakukan perkawinan kedua sedangkan perkawinan pertamanya belum larut (putus) secara sah, dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun 6 bulan atau denda kategori IV hingga Rp 200 juta.

Kasus ini kini tengah menjadi sorotan masyarakat setempat dan sedang dalam proses penanganan pihak berwajib untuk penyelidikan lebih lanjut.

Pewarta: Ahmad Taliabu

Redaksi : Feri Windria

Berita Terkait

Arogan Dan Sering Minta Imbalan, Warga Desa Pagaran Dolok Sosa Jae Keluhkan Sikap Kepala Desanya
Outing Class ke Dishub Dumai, Siswa SDIT Ath-Thaaqib Muhammadiyah Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas
Realisasi Pajak Dumai Tembus Rp755 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp870 Miliar Tercapai
Iyeth Bustami Kukuhkan DPC PKB Dumai 2026–2031, Tujuh DPAC Resmi Dilantik
Anak 14 Tahun Terlibat Kecelakaan di Ratolindo, Korban Luka dan Motor Rusak Berat, Orang Tua Korban Siap Tempuh Jalur Hukum
Perkuat Infrastruktur Dumai, Wali Kota Paisal Sambangi Tiga Instansi Strategis di Pekanbaru
Audiensi Organda dan Dishub Dumai, Sinergi Transportasi Darat
Tekan Risiko Kecelakaan Pelajar, Satlantas Polres Dumai Turun ke SMPN 3 Lewat Police Goes to School

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 18:40 WIB

Arogan Dan Sering Minta Imbalan, Warga Desa Pagaran Dolok Sosa Jae Keluhkan Sikap Kepala Desanya

Selasa, 3 November 2026 - 09:26 WIB

Outing Class ke Dishub Dumai, Siswa SDIT Ath-Thaaqib Muhammadiyah Dibekali Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

Selasa, 3 November 2026 - 06:44 WIB

Realisasi Pajak Dumai Tembus Rp755 Miliar, Bapenda Optimistis Target Rp870 Miliar Tercapai

Selasa, 3 November 2026 - 04:44 WIB

Iyeth Bustami Kukuhkan DPC PKB Dumai 2026–2031, Tujuh DPAC Resmi Dilantik

Selasa, 3 November 2026 - 03:43 WIB

Anak 14 Tahun Terlibat Kecelakaan di Ratolindo, Korban Luka dan Motor Rusak Berat, Orang Tua Korban Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terbaru