DUMAI – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, aksi balapan liar kembali marak di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Dumai. Aktivitas yang berlangsung hingga tengah malam tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga mengancam keselamatan pembalap, penonton, dan pengguna jalan lainnya.
Pantauan awak media pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 15 – 16 Agustus 2026, menunjukkan sejumlah pemuda berkumpul di kawasan Jalan Sudirman, baik di wilayah Kecamatan Dumai Kota maupun Dumai Timur. Dua jalur jalan digunakan sebagai lintasan untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Ironisnya, aksi tersebut berlangsung ketika sejumlah penerangan jalan di kawasan itu tidak berfungsi. Kondisi ini semakin meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengguna jalan yang melintas maupun warga yang keluar-masuk gang di sekitar lokasi.
Suara mesin dan knalpot kendaraan yang bising terdengar bersahutan ketika para pembalap mulai memacu kendaraannya. Aksi saling memacu kecepatan tersebut disaksikan oleh sejumlah penonton yang berada di sekitar lokasi.
Aktivitas balapan liar seperti ini bukan kali pertama terjadi di Jalan Sudirman. Warga mengkhawatirkan potensi kecelakaan karena aksi dilakukan tanpa memperhitungkan keselamatan dan tanpa pengamanan khusus.
Seorang pengguna jalan yang mengaku bernama Upik berharap pemerintah dan aparat berwenang segera mengambil langkah untuk menertibkan aktivitas tersebut.
“Kami berharap pemerintah segera mengarahkan atau menertibkan balapan liar yang berbahaya ini. Jangan sampai ada korban lagi, khususnya kami yang selalu menggunakan jalan tersebut untuk keluar masuk gang,” ujar Upik.
Menurut Upik, apabila aktivitas tersebut terus dibiarkan tanpa pengawasan, Jalan Sudirman dikhawatirkan berubah menjadi lokasi balapan liar rutin setiap malam Minggu.
“Kalau balapan liar malam Minggu ini dibiarkan tanpa ada pengamanan dari pihak berwenang, bisa jadi Jalan Sudirman ini akan menjadi sirkuit balapan liar yang mengerikan,” katanya.
Ia berharap petugas dapat melakukan penjagaan dan patroli, terutama menjelang tengah malam ketika aktivitas balapan mulai ramai.
“Balapan biasanya dimulai pukul 00.00 WIB, bahkan sebelum pukul 00.00 WIB sudah ada yang memulai. Untuk itu kami mewakili pengguna jalan lainnya berharap pihak berwajib segera melakukan penjagaan agar Jalan Sudirman bebas dari aksi balapan liar,” tutupnya.
Maraknya balapan liar di ruang publik menjadi persoalan serius karena jalan tersebut merupakan akses yang digunakan masyarakat setiap hari. Kecepatan tinggi, kondisi penerangan yang kurang optimal, serta keberadaan penonton di sekitar lintasan dapat memperbesar risiko kecelakaan.
Warga berharap aparat terkait tidak hanya melakukan penindakan ketika terjadi insiden, tetapi juga meningkatkan langkah pencegahan melalui patroli dan pengawasan pada jam-jam yang rawan digunakan untuk balapan liar.
Sebab, jika aktivitas tersebut terus dibiarkan tanpa pengawasan, bukan tidak mungkin insiden yang membahayakan jiwa kembali terjadi di Jalan Sudirman Kota Dumai.







