Perseteruan Kadis Kesehatan Touna vs Akun “Mboo mba” Memasuki Babak Hukum di Tengah Sorotan Putusan MK

- Penulis

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMPANA – Polemik dugaan pencemaran nama baik yang menyeret Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tojo Una-Una (Touna), dr. Niko, terhadap pemilik akun Facebook “Mboo mba” kini resmi bergulir di ranah hukum.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena terjadi tepat di tengah dinamika hukum nasional pasca keluarnya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 105/PUU-XXII/2024 yang membatasi pemidanaan kritik terhadap pejabat publik.

Laporan polisi tersebut resmi dilayangkan oleh dr. Niko melalui kuasa hukumnya, Frida Husain, S.H., ke Polres Tojo Una-Una dengan nomor laporan STTLP/B/120/V/2026/SPKT pada tanggal 7 Mei 2026.

Laporan ini dipicu oleh unggahan akun “Mboo mba” yang mengangkat kembali dugaan malapraktik medis 12 tahun silam yang menyebabkan seorang bayi berinisial NRL mengalami cacat permanen.

Kadinkes merasa keberatan karena namanya dan fotonya diunggah secara eksplisit dengan narasi yang dianggap menyudutkan.

Relevansi Putusan MK dalam Kasus Ini

Kasus ini menarik perhatian praktisi hukum karena substansi laporannya berbenturan dengan semangat Putusan MK terbaru.

MK telah menegaskan bahwa institusi atau pemegang jabatan tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk melaporkan masyarakat atas tuduhan pencemaran nama baik jika kritik tersebut berkaitan dengan kinerja kedinasan.

Bpk. Aksa Patundu, S.H., praktisi hukum di Touna, menilai bahwa aparat penegak hukum harus sangat hati-hati dalam memproses kasus ini. “Substansi yang disampaikan masyarakat mengenai layanan kesehatan adalah bagian dari kontrol sosial.

Dengan adanya putusan MK 105/2024, penyidik di Polres Tojo Una-Una diharapkan lebih objektif melihat apakah ini murni serangan pribadi atau kritik atas pelayanan publik masa lalu,” ungkapnya.

Kondisi Korban dan Respon Publik

Di sisi lain, publik di media sosial lebih menyoroti aspek kemanusiaan dari kasus asal mula konflik ini.

Korban yang dulu merupakan bayi berusia 10 bulan, kini telah berumur 13 tahun dan harus menghabiskan hari-harinya di kursi roda.

Dukungan moral dari warga terus mengalir bagi keluarga korban, sementara Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Touna juga telah memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut adalah permasalahan lama yang kini muncul kembali.

Saat ini, masyarakat menunggu perkembangan hasil penyidikan di Polres Touna. Apakah kasus ini akan berujung pada penghentian penyidikan (SP3) mengacu pada standar baru MK, atau tetap berlanjut ke persidangan untuk membuktikan unsur fitnah yang dituduhkan.

 

(Tim Liputan Hukum/Red: Ahmad Tuliabu

Berita Terkait

Mobil Terperosok ke Parit di Jalan Simpang Tetap Dumai, Penyebab Belum Diketahui
Dugaan Upah di Bawah UMK, Pengupahan Pekerja PT Envitec Multi Indonesia Disorot
APBD-P Dumai Tembus Rp2,24 Triliun, Banggar Soroti Target Pendapatan dan Risiko Tunda Bayar
Buaya Berukuran Besar Muncul di Bawah Jembatan Masjid Nurul Islam, Warga Bantaran Sungai Dumai Diminta Waspada
Ledakan Berulang di Kilang Dumai, Pertamina Didesak Evaluasi GM Iwan Kurniawan
PT Ivo Mas Tunggal Bersama Tzu Chi Sinarmas Dorong Pemenuhan Gizi Anak Usia Dini di Sungai Sembilan
Laporkan Dana Hibah KONI Dumai, Fatahuddin Minta Kejaksaan Periksa Agustiawan
Jumat Berkah, GRIB Jaya Dumai Timur Bagikan Ratusan Paket Makanan di Masjid Nurul Ikhlas

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 06:56 WIB

Mobil Terperosok ke Parit di Jalan Simpang Tetap Dumai, Penyebab Belum Diketahui

Sabtu, 5 September 2026 - 04:42 WIB

Dugaan Upah di Bawah UMK, Pengupahan Pekerja PT Envitec Multi Indonesia Disorot

Jumat, 4 September 2026 - 17:21 WIB

APBD-P Dumai Tembus Rp2,24 Triliun, Banggar Soroti Target Pendapatan dan Risiko Tunda Bayar

Jumat, 4 September 2026 - 16:00 WIB

Buaya Berukuran Besar Muncul di Bawah Jembatan Masjid Nurul Islam, Warga Bantaran Sungai Dumai Diminta Waspada

Jumat, 4 September 2026 - 09:19 WIB

Ledakan Berulang di Kilang Dumai, Pertamina Didesak Evaluasi GM Iwan Kurniawan

Berita Terbaru