DUMAI – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Dumai melaksanakan panen sayur kangkung dan kacang panjang sebagai bagian dari program ketahanan pangan, Sabtu (14/22026).
Kegiatan ini merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Kegiatan ketahanan pangan ini melibatkan petugas dan warga binaan sebagai bentuk pembinaan kemandirian di bidang pertanian.
Peserta magang yang memiliki kompetensi di bidang pertanian turut berperan aktif dalam kegiatan ini.
Kepala Rutan Kelas IIB Dumai, Enang Iskandi, menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam program ini menjadi bukti komitmen Rutan Dumai dalam mendukung kebijakan pemerintah sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan.
“Melalui kegiatan ketahanan pangan ini, kami tidak hanya menjalankan program kementerian, tetapi juga memberikan pembinaan yang bermanfaat dan aplikatif bagi warga binaan,” ujar Karutan.
Salah satu peserta magang mengaku senang dapat berkontribusi langsung dalam kegiatan ketahanan pangan sekaligus berbagi ilmu di bidang pertanian.
“Kegiatan ini sangat positif karena kami bisa menerapkan ilmu pertanian sekaligus membantu warga binaan memahami teknik budidaya yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga binaan merasa senang karena mendapat kesempatan belajar bercocok tanam yang baik.
“Kami merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain mengisi waktu dengan hal positif, kami juga mendapatkan keterampilan yang bisa menjadi bekal setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Selain mendukung kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Karutan menegaskan bahwa kegiatan ketahanan pangan ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembinaan dan pembentukan karakter warga binaan agar lebih mandiri dan produktif.






