DUMAI – Hujan deras yang mengguyur Kota Dumai sejak Kamis dini hari hingga subuh membuat sejumlah ruas jalan protokol dan kawasan permukiman warga kembali digenangi air.
Kondisi tersebut semakin diperparah oleh pasang keling atau banjir rob yang tengah melanda sejumlah wilayah pesisir Kota Dumai. Kombinasi tingginya curah hujan dan pasangnya air laut membuat genangan sulit cepat surut.
Pantauan di lapangan, genangan air terlihat di sejumlah ruas jalan utama, di antaranya Jalan Sultan Syarif Kasim, Jalan Hasanuddin, Jalan Dock Yard atau Jalan Husni Thamrin, Jalan Diponegoro, Jalan Bintan, serta beberapa ruas jalan lainnya. Kamis (10/09/2026).
Di sejumlah titik, ketinggian air cukup mengganggu arus lalu lintas. Pengendara sepeda motor yang tetap memaksakan diri menerobos genangan harus menghadapi risiko kendaraan mogok.
Beberapa sepeda motor dilaporkan mengalami kendala setelah menerjang genangan yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat sebagian pengendara memilih mencari jalur alternatif demi menghindari kerusakan kendaraan maupun risiko keselamatan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Wahyu Wicaksono, membenarkan adanya genangan di sejumlah ruas jalan akibat hujan deras yang terjadi bersamaan dengan tingginya pasang air laut.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat beberapa ruas jalan protokol tidak dapat dilalui dengan nyaman oleh masyarakat.
“Jalan Dock Yard terendam, jadi saya memilih lewat jalan alternatif supaya aman. Banyak juga motor yang mati karena memaksa menerobos jalan yang tergenang,” ujarnya.
Wahyu mengatakan, genangan juga terlihat di kawasan pusat kota, termasuk Jalan Sultan Syarif Kasim.
Kondisi pasang rob menyebabkan air membutuhkan waktu lebih lama untuk surut, terlebih hujan dengan intensitas cukup tinggi kembali mengguyur wilayah Dumai.
“Memang hujan cukup deras dan kondisi air laut juga sedang pasang tinggi. Ini mengakibatkan sejumlah jalan protokol di Kota Dumai terendam,” katanya.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah ruas jalan yang terdampak merupakan jalur yang cukup ramai digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain mengantisipasi genangan di jalan, BPBD Dumai juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan bantaran Sungai Dumai untuk meningkatkan kewaspadaan.
Menurut Wahyu, peningkatan debit dan ketinggian air berpotensi memicu munculnya hewan melata dari habitatnya.
“Kami mengimbau masyarakat yang berada di bantaran Sungai Dumai untuk tetap waspada, mengingat banyak hewan melata yang bisa saja keluar dan membahayakan warga,” imbaunya.
Meski sejumlah wilayah mengalami genangan, BPBD Kota Dumai menyatakan hingga saat ini belum menerima laporan adanya warga yang harus mengungsi akibat kondisi tersebut.
Namun, personel BPBD tetap disiagakan untuk memantau perkembangan situasi, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dan kondisi pasang air laut masih berlangsung.
“Sejauh ini belum ada warga yang mengungsi. Kami tetap siaga dan memantau perkembangan kondisi di lapangan,” pungkas Wahyu.







