Dugaan Korupsi Dana Desa Mire Hampir Rp1 Miliar, Audit Diklaim Rampung, Polres Touna Sebut Berkas Belum Masuk

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOJO UNA-UNA — Dugaan penyalahgunaan Dana Desa Mire, Kecamatan Ulubongka, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, kembali menjadi sorotan. Perkara yang menyangkut pengelolaan Dana Desa tahun anggaran 2022 hingga 2024 tersebut hingga kini belum memperoleh kejelasan hukum di mata publik.

Dugaan penyimpangan itu mencuat setelah adanya informasi mengenai sejumlah kegiatan Desa Mire yang dinilai tidak sesuai antara laporan pertanggungjawaban dengan kondisi di lapangan. Potensi kerugian negara dalam perkara tersebut disebut mendekati Rp1 miliar, meski angka tersebut masih merupakan dugaan dan belum menjadi kesimpulan hukum.

Pemeriksaan Sudah Berjalan Sejak 2025

Jejak pemeriksaan terhadap Dana Desa Mire setidaknya telah diketahui sejak 13 Oktober 2025. Pada saat itu, pihak Inspektorat Kabupaten Tojo Una-Una menyatakan sedang melakukan audit terhadap pengelolaan Dana Desa Mire.

Audit tersebut mencakup pemeriksaan dokumen pertanggungjawaban, kuitansi, serta pengecekan terhadap pekerjaan fisik di lapangan.

Artinya, proses pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana Desa Mire telah berlangsung sebelum pemberitaan mengenai dugaan penyimpangan kembali mencuat pada awal 2026.

Januari 2026, Dugaan Sejumlah Kegiatan Bermasalah Mencuat

Pada 19 Januari 2026, informasi mengenai dugaan penyimpangan Dana Desa Mire kembali diberitakan. Pemeriksaan disebut mencakup Dana Desa tahun anggaran 2022, 2023 dan 2024.

Sejumlah kegiatan yang menjadi sorotan antara lain penyaluran BLT, pengadaan alat kejut babi, pengadaan tandon air, pembangunan gedung serbaguna, pembelian fasilitas kantor desa seperti televisi, serta kegiatan seni dan budaya.

Kegiatan-kegiatan tersebut disebut masih dalam proses pemeriksaan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen administrasi, penggunaan anggaran, dan kondisi nyata di lapangan.

Dengan demikian, item-item tersebut belum dapat disebut sebagai uang yang “dikorupsi” sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dan putusan hukum yang berkekuatan tetap.

Audit Diklaim Rampung, Namun Muncul Perbedaan Keterangan

Perkembangan terbaru justru memunculkan persoalan baru.

Pada 18 Mei 2026, diberitakan bahwa Inspektorat Kabupaten Tojo Una-Una mengklaim audit investigatif Dana Desa Mire untuk tahun anggaran 2022 hingga 2024 telah selesai.

Audit tersebut disebut menemukan sejumlah persoalan yang perlu ditindaklanjuti, antara lain dugaan ketidaksesuaian pekerjaan fisik, kekurangan volume pekerjaan, serta dugaan belanja barang yang dinilai fiktif atau mengalami mark-up. Inspektorat juga disebut telah mengirimkan Laporan Hasil Pemeriksaan kepada aparat penegak hukum.

Namun, keterangan tersebut mendapat bantahan dari pihak Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Tojo Una-Una.

Pihak Tipikor Polres Touna menyatakan bahwa penyidik belum menerima maupun melihat berkas audit investigatif Dana Desa Mire dari Inspektorat.

Perbedaan keterangan inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: Jika audit telah selesai dan diklaim telah dikirim kepada aparat penegak hukum, mengapa pihak Tipikor Polres Touna menyatakan belum menerima berkas tersebut?

Publik Meminta Kejelasan

Kondisi tersebut membuat masyarakat membutuhkan penjelasan yang lebih terbuka dari kedua lembaga.

Jika audit memang telah selesai, masyarakat tentu ingin mengetahui apakah hasil audit tersebut benar-benar telah diserahkan kepada Polres Touna, kapan diserahkan, dan melalui mekanisme apa.

Sebaliknya, jika Polres Touna memang belum menerima dokumen tersebut, maka masyarakat juga perlu mengetahui kapan Inspektorat akan menyerahkannya kepada aparat penegak hukum.

Persoalan ini penting karena menyangkut dugaan penggunaan uang negara dalam jumlah besar.

Jangan Sampai Perkara Berlarut-larut

Masyarakat tidak sedang meminta aparat langsung menetapkan seseorang sebagai tersangka.

Yang dituntut adalah kepastian proses hukum.

Ahmad Tuliabu

Berita Terkait

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD
Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya
Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker
Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?
Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi
BPJN Riau Tinjau Peningkatan Jalan Soekarno Hatta Dumai, PU Pastikan Pekerjaan Sesuai Standar
Polres Dumai Amankan Seorang Pria Positif Metamfetamin Saat Razia di Pelabuhan Ro-Ro Bandar Sri Junjungan
Atasi Kemacetan, Satlantas Polres Dumai Rekayasa Lalu Lintas Jalan Janur Kuning Selama Sepekan
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Waspada! Promo HP Murah Tak Masuk Akal, Konsumen Diminta Jangan Tergiur Modus COD

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Jembatan Beton Tahap VII di Lubuk Gaung Terus Dibangun, 413 Jiwa Ditargetkan Rasakan Manfaatnya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Mulai Senin, 19 Oktober 2026, Sekolah di Dumai Kembali Tatap Muka, Siswa Wajib Pakai Masker

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Dugaan Illegal Logging di Senepis Berlangsung Bertahun-tahun, Siapa di Balik Bisnis Kayu?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Razia J-Mex Pub & KTV Dumai, Pria 38 Tahun Positif Amfetamin Diamankan Polisi

Berita Terbaru