AMPANA KOTA – Buruknya kualitas sound system pada pembukaan Festival Budaya Bakulupi 2026 di Lapangan Kelurahan Bailo, Kecamatan Ampana Kota, Tojo Una-Una, Sabtu (12/9/2026), menuai sorotan. Selain kualitas audio yang dinilai tidak profesional, besaran anggaran yang disebut mencapai Rp300 juta juga mulai dipertanyakan.
Informasi yang beredar menyebut anggaran sound system mencapai sekitar Rp60 juta per malam selama lima malam, sehingga totalnya Rp300 juta.
Namun, sorotan semakin menguat setelah muncul pengakuan dari pemilik jasa sound system yang menyebut dirinya hanya menerima pembayaran sebesar Rp150 juta untuk pekerjaan tersebut.
Jika informasi mengenai anggaran Rp300 juta dan pengakuan pembayaran Rp150 juta tersebut benar, maka terdapat selisih sekitar Rp150 juta yang perlu dijelaskan secara terbuka. Publik pun mempertanyakan, ke mana aliran anggaran yang disebut mencapai Rp300 juta tersebut dan untuk komponen apa saja sisa anggaran itu digunakan?
Pertanyaan tersebut semakin menjadi sorotan karena kualitas audio pada malam pembukaan justru menuai keluhan. Gangguan berupa suara samar, distorsi hingga feedback/storing berulang kali terdengar dan mengganggu jalannya acara yang dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, Gubernur Sulawesi Tengah serta sejumlah pejabat provinsi.
“Memalukan. Ini acara tingkat kabupaten yang dihadiri Gubernur dan tamu provinsi, tapi persoalan audio seperti tidak dipersiapkan dengan baik,” ujar salah seorang pengunjung yang juga praktisi jasa elekton di Touna.
Ia menilai, apabila benar anggaran yang dialokasikan mencapai Rp300 juta, maka masyarakat berhak mendapatkan penjelasan mengenai rincian penggunaan dana tersebut.
“Kalau benar Rp60 juta per malam dan lima malam Rp300 juta, sementara pemilik sound mengaku hanya menerima Rp150 juta, tentu selisihnya harus dijelaskan. Masyarakat berhak tahu anggaran itu mengalir ke mana dan digunakan untuk apa,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, panitia dan dinas terkait belum memberikan penjelasan resmi mengenai nilai anggaran sound system, rincian kontrak, pembayaran kepada penyedia jasa, maupun penggunaan selisih anggaran yang dipertanyakan tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi panitia, dinas terkait, maupun pihak penyedia jasa sound system untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan ini.
Ahmad Tuliabu







