DUMAI – Masyarakat pesisir Kota Dumai diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pasang air laut atau rob yang diprediksi terjadi pada 25–30 Oktober 2026. Berdasarkan infografis prediksi pasang surut air laut yang dirilis BPBD Kota Dumai dengan mengacu pada data prakiraan BMKG, ketinggian air laut diperkirakan mencapai 2,5 meter pada 26–28 Oktober 2026.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama warga yang bermukim di kawasan pesisir dan daerah yang berpotensi terdampak genangan ketika air laut mengalami pasang.
Dalam tabel prediksi pasang surut air laut wilayah Kota Dumai, ketinggian air pada Minggu, 25 Oktober 2026, diperkirakan mencapai 2,4 meter pada pukul 06.40 WIB.
Selanjutnya, pada Senin, 26 Oktober, ketinggian air diprediksi mencapai 2,5 meter pada pukul 07.20 WIB. Angka yang sama diperkirakan terjadi pada Selasa, 27 Oktober, pukul 07.40 WIB, serta Rabu, 28 Oktober, pukul 08.20 WIB.
Sementara itu, pada Kamis, 29 Oktober 2026, ketinggian air diperkirakan mencapai 2,4 meter pada pukul 09.20 WIB. Adapun pada Jumat, 30 Oktober, ketinggian air diprediksi mencapai 2,3 meter pada pukul 09.50 WIB.
Prediksi tersebut menjadi informasi penting bagi masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan genangan, khususnya di kawasan yang memiliki kerentanan terhadap pasang air laut.
BPBD Kota Dumai mencantumkan sejumlah kawasan yang perlu mendapat perhatian, di antaranya Kelurahan Pangkalan Sesai, Rimba Sekampung, Buluh Kasap, Ratu Sima, Dumai Kota, serta wilayah pesisir lainnya di Kota Dumai.
Masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut diimbau memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut air laut melalui kanal resmi BMKG maupun BPBD Kota Dumai.
Warga juga diharapkan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama apabila air laut mulai memasuki permukiman, jalan lingkungan, atau kawasan yang memiliki saluran drainase terbatas.
Dalam infografis tersebut dijelaskan bahwa banjir rob dapat terjadi ketika permukaan air laut mengalami kenaikan secara periodik. Kondisi ini dipengaruhi oleh gaya gravitasi bulan dan matahari, serta dapat diperburuk oleh kondisi cuaca, seperti hujan lebat dan angin kencang.
Karena itu, masyarakat tidak hanya perlu memperhatikan jadwal pasang, tetapi juga mengikuti perkembangan cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan instansi berwenang.
Perlu dipahami, prediksi ketinggian pasang bukan berarti seluruh wilayah Kota Dumai akan mengalami genangan dengan kedalaman yang sama. Dampaknya dapat berbeda-beda, bergantung pada kondisi geografis, elevasi wilayah, drainase, dan keadaan cuaca setempat.
Melalui infografis tersebut, masyarakat diimbau melakukan sejumlah langkah antisipasi, antara lain memantau informasi resmi cuaca dan pasang surut, menyiapkan tas siaga berisi obat-obatan, air bersih, makanan ringan, serta dokumen penting.
Warga juga diminta menghindari melintasi jalan yang tergenang, mengutamakan keselamatan anak-anak, lansia, dan kelompok rentan, serta menjaga kebersihan saluran air agar tidak tersumbat sampah.
Apabila kondisi membahayakan keselamatan, masyarakat diharapkan segera mencari tempat yang lebih aman dan menghubungi layanan darurat.
BPBD Kota Dumai turut mencantumkan nomor darurat Dumai Idaman 112, yang dapat dihubungi untuk memperoleh bantuan dalam keadaan darurat.
Potensi banjir rob menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir agar meningkatkan kesiapsiagaan, terutama selama periode pasang yang diperkirakan berlangsung pada akhir Oktober ini.
Informasi prediksi tersebut disusun berdasarkan data prakiraan pasang surut dari BMKG, dengan sumber yang tercantum pada infografis adalah Stasiun Meteorologi Kelas II Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Masyarakat diharapkan tetap mengikuti pembaruan informasi resmi karena prakiraan dapat berubah sesuai perkembangan kondisi cuaca dan dinamika laut.







